part 28

Part 28 – Big Hope Saat keluar dari klub basket, Gabriel mengajak Riko dan Dayat masuk ke trophy room. Gak tau gabriel mau kesana. Mau nunjukkin pialanya dia?? (gabriel pernah dapet piala juara 2 pidato bahasa inggris) ugh, itu sih bikin Riko sama Dayat makan hati.“Mau ngapain sih lo ke trophy room?? Mana udah sore… Continue reading part 28

part 27

Part 27 – normal girl Fuuuh, untung Mr. Dave belum masuk, Oik bernapas lega. Ia pun menunggu kembalinya Gita. Mungkin bareng Debo. Gak lama, terlihat Gita balik sama Debo. Mana tangannya Gita digenggem lagi sama Si ketua kelas, alias Debo.“CIEEEEEEEEEEEEEEEEEEE” satu kelas kompakan bilang itu ke Debo dan Gita. Reflek, Gita melpas genggaman Debo. Debo… Continue reading part 27

part 26

Part 26 – not lucky girl (bagian 2) Oik mencari – cari gita ke setiap penjuru sekolah. Dan akhirnya ketemu di belakang sekolah. Tepatnya, di bawah pohon. Oik pun buru-buru menghampiri Gita yang tertunduk itu. “git…” kata oik lembut.“Oik…!!! aku benci…!!” kata Gita emosi. Memeluk Oik.“Ke… kenapa?” tanya Oik sambil mengusap2 punggung Gita.“Aku sebel! Semua… Continue reading part 26

part 24

Part 24 – pemilihan ketua kelas Setelah Miss Okky membeberkan semua tata tertib kelas (kertasnya aja panjang banget. 2 kali keliling gelora bung karno… haha lebay. Saking panjang dan banyaknya sih), Miss Okky mulai mengadakan sesi pemilihan ketua kelas. Ya, pasti tiap kelas harus ada ketua kelas nya. Ya gak sich? Haha. “Baiklah! Sekarang saatnya… Continue reading part 24

part 25

Part 25 – not lucky girl (bagian 1) ini adalah tantangan terakhir yang harus dilewati Gita dan Debo. Kira-kira, apa ya tantangannya? Melewati ranjau!! (jeng jeng jeng jeeeeng…. jeng jeng jeng jeeeeeng… – lagunya Ludwig Van Beethoven). Banyak ranjaunya. Gak berbahaya sih, tapi, itu bisa membuat kita yang melewatinya tergaket – kaget dan terjatuh –… Continue reading part 25