part 11

Part 11 – Miss Ira worries

Mendadak, Miss Ira mengadakan rapat. Rapat tentang keanehan disekolah ini. Agar murid tidak tahu, Miss Ira menyuruh anak-anak OSIS membebaskan mereka. Boleh menggunakan fasilitas apa saja.

“Oik, main softball mau ga?” tawar Agni. Oik mengerutkan dahi.
“Softball?”
“Iya softball! Tuh, liat kak Gabriel sama yang lain pada main! Ikutan yuuuk” ajak Agni lagi. Oik pun mengagguk. Lalu mereka ke lapangan softball.

Dialapangan softball, memang pada lagi main. Siapa aja boelh ikut. Nah, kita lihat pemainnya…
Gabriel jadi pitcher
Para cathcer, base 1: Angel
Base 2: Riko
Base 3: Siti
Base 4: Iyan
Center: Dayat
Left: Debo
Right: Patton

Nah, mereka akan melawan Tim nya Sion. Tim nya Sion, ada Cakka, Irsyad, Obiet, Goldi, Abner, ditambah Oik dan Agni.
Untungnya, main softball ini mudah dimainkan. Walaupun masih ada yang amatir. Untungnya, Sion, si Jago Softball sedikit mengajari teknik memegang bat, dan juga cara memukulnya.

Gabriel melempar Bola, TRAK! Sion berhasil memukulnya. Bola melambung ke arah Left, disitu sudah ada debo yang menjaga. Debo panik, dia takut ketimpuk bola. Akhirnya, Debo menutup mukanya saking takutnya. Gabriel sempet marah juga. Boel pun akhirnya keluar lapangan. Sion dengan mudahnya melewati 4 base. Home Run!

—-

Miss Ira memanggil semua guru. Rapat pun dilakukan diruangan khusus rapat. Miss Ira juga menyampaikan kekhawatiran Mr. Adrian yang tahu kejadian ini juga. Sayangnya, Mr. Adrian tidak bisa hadir.

“Baiklah, saya mulai rapatnya sekarang. Saya akan membahas tentang keanehan disekolah ini…” buka Miss Ira.
“Keanehan? Keaehan apa??” tanya Mr. Dave, sedikit nyolot.
“Mr. Dave, please, diam dulu. Saya akan menyebutkan keanehan disini, sejak tahun lalu” Miss Ira mengeluarkan buku agenda nya. Ia selalu menulis kejadian apapun di buku itu.

Semua tampak mendengarkan kejadian2 aneh tersebut. Termasuk AC meledak dan Keracunan.

—-

“Yeees! Home run! Victory!” kata Sion girang. Gabriel mengambil diluar lapangan. Debo udah memohon-mohon maaf karena belum siap. Nah, giliran memukul sekarang adalah Cakka.

Cakka siap dengan topi, dan bat nya. Ia menggemgam keras batnya. Mengambil nafas panjang. ‘semoga home run kayak kak Sion..’ batinnya.

Gabriel memberi ancang-ancang untuk melempar bola. SHUT… bole melambung ke arah Cakka. TRAK! Cakka berhasil memukul bola cukup keras. Sayangnya, Bola di tangkap oleh Siti. Cakka tertahan di base 1.

Gabriel tersenyum, lalu menerima lemparan bola Siti. Giliran Irsyad sekarang. Irsyad belum pernah main softball sebelumnya. Tetapi, ia sedikit-demi sedikit bisa karena tadi Sion mempraktekkannya.

“Strike 1” kata Septian, yang menjaga dibelakang. Irsyad rada deg-degan juga sih. Gabriel melempar bola lagi.
“Strike 2!” irsyad lose 2 kali. Kalau sampe 3 kali gak kepukul, irsyad out. Ini kesempatan terakhir irsyad.
TRAK! Yap! Irsyad berhasil memukul bola. Bole melambung ke center. Cakka berhasil berlari ke Base 3, sedangkan irsyad diam di base 1.

—-

“Tapi, apa menurut ibu dia pelakunya?” tanya Mr. Duta. Wakil bu Ira.
“Ya! Saya yakin 100%” jawab Miss Ira yakin. Semua guru menelan ludah. Je a Panther. Itu nama orang tang dicurigai Ms. Ira.

(maaf ya, softball disini sesuai pengetahuan aku aja…)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s