part 14

Part 14 – school tour

Septian memandu Ryuusei. Pertama, septian mengajakke GOR yang biasa dipakai untuk latihan tennis, volley, dan bulu tangkis. Lalu, lapangan softball, lapangan basket, lapangan futsal, ranch, dan terakhir, padang Golf.

“Wah! Kereeen, padang golfnya keren…” kata Gita.
“Iya, kak. Kita bisa main disini kan?” tanya Olin.
“Bisa, bisa. Tapi, kalau untuk golf, bisanya dipake hari sabtu minggu aja…” jawab Sivia. Semua manggut-manggut. Lalu, mereka melanjutkan ke tempat berenang.

—-

“Ini kolam renang kita. Yang biasa langganan disini tuh, Dayat, sama Gabriel kadang-kadang” kata Septian.
“kak Dayat jago renang ya?” tanya Rahmi.
“Iya, jago banget!” jawab Shila.
“Ohh” kata Rahmi manggut-manggut.

Mereka melanjutkan ke bagian lab-lab. Ada lab komputer, lab bahasa, lab IPA, dan lab-lab lainnya.

Debo merasa mengantuk.. ia mundur kebelakang. Cakka melihatnya.
“Kenapa bo?”
“Gue ngantuk…” kata Debo. Ia berjalan pelan.
“Ah, dasar…” kata Cakka.

Gak lama, debo melihat kedalam lab komputer. ZAP! Ada orang pake baju hitam2 sama persis sama yang dilihat Agni di toilet. Lalu, menghilang. Jelas aja, debo langsung memekik keras.
“AAA!”
Cakka menutup telinganya, lalu bertanya.
“Bo, lo kenapa sih??? Kayak habis liat hantu aja?” kata Cakka.
“Emang!!!” kata debo, langsung memeluk Cakka.

Gara-gara teriakkan debo tadi, semua menghampiri Debo dan Cakka. Mereka kaget juga ngeliat Debo meluk Cakka gitu.
“Kalian ngapain?” tanya Oik. Reflek, Cakka melepaskan pelukan Debo.
“Gak tau nih debo! Ganjen!” jawab Cakka.
“Enak aja gue ganjen!” rengek debo.
“Udah, sebenernya ada apa?” tanya Septian.
“Ada hantu kak! Pake baju hitam disitu! Tuh, di lab komputer!!!” kata Debo menggebu-gebu.
“Hantu gimana??” Agni antusias.
“Ya gitu! Pek baju serba item! Terus, ZAP! Ilang!” kata debo lagi.
“Sama bo! Gue juga liat hal yang sama!” kata Agni, minta toast sama Debo. TOAST!
“Yeeeh, ni anak. Udah ah, mungkin kalian sama-sama salah liat” Kata Shila.
“Tapi… kak…” kata Agni dan Debo.
“Udah, lupain! Back to the tour…” sekarang kata Septian.

Mereka melanjutkan tournya. Agni dan Debo masih ketakutan. Mereka melihat orang yang sama. Mereka belum tahu, bahwa itu Je a Panther.

—-

“Mana sih si Je a Panther itu???” keluh Mr. Dave saat menegcek di toilet asrama Putri.
“Sabar! Dasar anda ini” kata Mr. Joe.
“Cari tempat lain aja ya Mister?” rengek Mr. Dave.

Tiba-tiba, dibelakang mereka ada sosok hitam2 tadi.
“Hello, gentleman…” kata orang itu. Mr. Dave dan Mr. Joe menengok kebelakang,
“Je a Panther?!”

wakh bersambungg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s