part 22

Part 22 – The nightmare it’s over!

Cakka dan Icad dibawa ke UKS. Kalo Angel, dibawa oleh Shilla yang udah menunggu Angel, ke asrama. Tinggallah Cakka, Icad, Agni, Oik dan Debo.
“Hm, kalian itu udah kelewatan! Liat Cakka, Icad! Mereka bonyok!!! Hm, Ms. Ira akan saya panggil kesini” Ms. Winda malah nyembur mereka. Mereka Cuma menunduk. Tapi, mereka gak menyesal sih! Habis, berkat mereka, Angel selamat. Berkat mereka pula, Je dapat dikalahkan.

“Sial! Ini semua gara2 gue!” sesal agni.
“Gak! Bukan!! Bukan salah lo ag, salah gue” sergah Icad.
“Kenapa?! Kan awalnya aku yg ngajak debo buat find out siapa itu Je!” Agni masih merasa bersalah.
“Ga ag! Tetep gue yang salah! Malah, Oik dan Lo udah minta out kan?? Dan gue maksa kalian lagi buat ikut??! Jadi, semuanya salah gue!” Icad tertunduk. Mulut agni tertutup, gak bisa membalas kata2 icad. Kata kata Icad ada benarnya. Semua tertunduk.
“Gak ada yang salah…” terdengar suara familiar, Ms. Ira. Ternyata Ms. Ira sudah berdiri di ambang pintu sejak tadi. Mereka semua kaget, makin terdunduk. Dihati mereka, mereka berkata: ‘Mampus, dimarahin Miss Ira’.
“Miss, maafin kami yang udah bertindak seenaknya…” kata Icad. Miss Ira malah tersenyum,
“Tindakan kalian itu bagus, mulia. Berkat kalian, Je dapat tertangkap. Berkat kalian juga, Angel ditemukan dan selamat kan? Gak ada yang bisa menyalahkan kalian, tapi… cara kalian yang salah. Kalian belum bisa berpikir jauh, belum memikirkan apa jadinya nanti. Apa kalian gak kepikiran cakka dan icad bakal kayak gini?” semua terdiam mendengar ceramah Miss Ira. Semua geleng-geleng kepala.
“Nah, benar kan??? Lain kali, ibu harap kalian harus lebih hato-hati dan lebih bijak dalam mengambil tindakan dan putusan. Dan, Ibu bangga sama kalian…” lanjut Bu Miss Ira dengan senyuman yang terukir di bibirnya. Semua pun tersenyum, dan menghambur Ke pelukan Ms. Ira.
“Maafin ya Miss…” kata Agni pelan.
“Iya, Miss Ira maafin kalian kok. Oh, iya, ibu akan memberikan lencana ini” Bu ira mengambil sesuatu dari sakunya. Sebuah lencana! Yah, lebih tepatnya Bros. Bintang warna emas.
“Lencana bintang emas!” kata Debo kaget.
“Ibu bakal kasih ini ke kita?” tanya Cakka.
“MM, iya. Lihat, ada 5 kan? Jumlah nya pas untuk murid-murid ibu., yang pemberani.! Ayo, ibu pasangin ya…” Ms. Ira pun memasangkan lencana itu di jas almamater mereka.
“Makasih miss!” kata merekaber-5, lalu tersenyum.

Adzan maghrib terdengar! Hah??? Udah malem ya? Whiw, berarti lama banget dong!! Sampe malem gini.
“Loh? Udah maghrib lagi ya??” kata Oik sedikit kaget juga.
“Hm, iya sayang. Nah, kalian sholat dulu, habis itu mandi. Dan kita semua akan berkumpul di dining room sekolah untuk celebrating dinner” jelas Miss Ira. Semua pun menghambur ke asrama masing-masing.

“Naaah, ini dia!!! Ini dia nih, dicariin..! kemana aja neng??” kata-kata itulah yang keluar saat oik dan agni masuk ke kamar mereka. Oik dan Agni hanya tersenyum.
“Hehe, kemana ya?? Kita…” tiba-tiba, Gita ngomong,
“Hah?! Rahmi! Liat deh di Jas mereka!! Ada lencana bintang emas!!! Wwwoooow!! Keren!” Gita melihat ke jas Oik dan Agni. Matanya berbinar-binar.
“Emang kalian ngapain sih, sampe dapet lencana itu??” tanya Rahmi.
“Hehehe, entar kalian juga tau! Entar kita ceritain deh sama kalian… cerita ini bakal jadi dongeng terindah yang pernah kalian dengar…” jawab Oik dengan senyum. Agni juga memberi anggukan setuju. Rahmi dan Gita hanya bertatapan heran. TOK TOK! Ada yang mengetuk pintu.

“Ya?” Rahmi membuka pintu.
“Kalian, siap-siap ya! Jam 7 bakal ada celebrate dinner!” seru Ify, dari depan pintu mereka. Rahmi mengangguk.
“Iya, makasih ya kak udah ngasih tau” jawab Rahmi. Ify pun mengagguk lalu pergi.

“hei hei hei, kalian… ada celebrate dinner nanti jam 7” kata rahmi sambil duduk di kursi meja belajar.
“Iya, udah tau kok” jawab Agni, sambil mengambil alat mandinya, begitu pun Oik.
“Kalian udah sholat belom?” tanya Gita.
“Belom, hehe. Habis mandi, baru sholat! Yuk ik, mandi” jawab Agni sambil mengajak Oik ke kamar mandi.
“Yuk”

—-

Icad memakai kaos kakinya. Lalu melihat ke kaca,
“Waduh, muka ganteng gue udah ketutup dengan sukses!!!” keluhnya sambil melihat muka bonyoknya di kaca.
“Emang situ aja?? Gue juga mas!” Cakka berdiri di sebelah Icad, juga menatap kaca. Cakka pun mengambil sisir, dan juga gel. Ia akan memakai gel.
“gel??” tanya Icad.
“Iyalah, biar makin ganteng muka gue!” jawab cakka mulai menyisir.
“Boleh minta gak??” icad brtanya. Cakka berhenti menyisir, lalu menatap Icad. Memegang rambut icad,
“Hmmp…! rambut kayak gene mah gak bisa di gel!!! Hahahahahaha” Cakka ngakak, setelah memegang rambut Icad. Rambut icad memang gak lebat. Soalnya, sebelum dia masuk ICA, dia disuruh cukur rambut sama Abahnya.
“Huuuu,” Icad manyun, 5 senti lagi (haha, emang ada ya??).

Sedangkan Patton dan Debo lagi kebingungan milih seragam. Seragam mereka sempat tertukar, mana ukurannya sama lagi.
“Kayaknya yang bau punya lo, deh bo!” kata patton sambil mencium kemeja putih entah milik siapa, dirinya atau Debo.
“Wenak tenan ngomong gitu!!! Gue tuh ya, harum! Kan gue cuci dengan detergen paling harum sedunia! Mana pas di setrika, pake pengharum lagi!! Lo kali, lo kan jorok! :P” Debo merampas kemeja putih itu dari tangan Patton. Lalu menciumnya.
“eh… tapi… kok., baunya bau parfum gue yah??” kata Debo. Patton gondok.
“Itu bau parfum??! Hoeeek! Bau amis gitu…!!!” ledek patton.
“Enak aja bau amis! Lo kali! Ini tuh parfum dari Dubai!!! Asli 100%!” kata Debo sambil melempar kemeja putih yang lain, “Tuh punya lo! Aneh, bau coklat!”
Patton menangkapnya, lalu menciumnya,
“nah, ini nih! Ini baru punya gue! Bau coklat! Kan gue pake AXE DARK TEMPATION! Itu loh, yang iklan nya, pas cowok itu make AXE itu, dia jadi coklat!” kata patton senang, lalu memakainya.
“Ah, Ton. Lo mah gak usah pake parfum itu juga udah COKLAT! Wkwkwk” ledek Debo sambil ketawa ngakak, gara2 mendengar itu, Cakka dan Icad juga ikut ketawa.

—-

DONG…DONG…DONG… jam besar di aula sekolah berdentang 7x, tandanya sudah jam 7 pas. Semua pun menghambur ke dining room sekolah. Mereka pun langsung duduk di tempat mereka sesuai kelas. Icad, Debo, Cakka, Oik dan Agni sengaja duduk berdekatan. Mereka sudah akrab gara-gara kejadian ini.

Tak ada yang tahu kenapa MS. Ira mengumpulkan mereka disini. Yah, mungkin orang2 mengira gara-gara Kak Angel, atau Angel sudah kembali. Saat Angel datang pun disambut dengan senyum oleh para murid yang ada. Angle pun membalasnya dengan senyuman juga.

Ada yang baru melihat Angel kembali, anak-anak cowok. Mereka senang angel kembali.
“Angeeeel!! Akhirnya lo balik!!” kata Goldi tba-tiba.
“Cieee, Goldi kangen ea?? Hahahaha” ledek Dayat.
“Huuu!! Enggak lah! Kalo angel ada kan, gue kan bisa minta uang,,, hehehe” Goldi nyengir senyengir-nyengirnya, dan akhirnya mendapat jitakan dari anak-anak cowok.

“Eh, eh… oik, mau nanya! Lo kok bisa sih ngalahin Je?” bisik Cakka pada Oik yang ada di sebelahnya.
“Hehe, aku 3 tahun ikut taekwondo, dan juga 3 tahun ikutan Tai Chi” jawab Oik sambil tersenyum. Debo menoleh,
“Tai Chi?? Apaan tuh?” tanya Debo.
“Tai Chi itu, latihan fisik penuh disiplin dari China” jelas Cakka. Ia tak percaya, bahwa Oik yang ia lihat lembut ini, ternyata menyimpan sejuta rahasia. Whiw, Cakka jadi sedikit takut kalo ‘menyakiti’ Oik, bisa-bisa dia kena bogem dari Oik lagi.
“Wahaha, hebat!! Nanti aku mau belajar Tai Chi deh sama kamu” puji Cakka.
“Deuu, maunya tuh! Maunyaa!!” Ledek Icad sambil menepuk2 punggung Cakka.
“Hm, boleh kok! Debo sama Irsyad kalo mau juga boleh… eh, kalo agni mendalami karate yah?” Oik bertanya pada Agni yang dari tadi cuam ngeliatin doang.
“Iya, karate! Masih baru sih… tapi aku udah pernah juara olimpiade” jawab Agni bangga.
“Tuh, karate!! Itu lebih keren!!!” Icad menggebu-gebu.
“Enggak ah! Tai Chi tuh keren!!” cakka juga ikutan.
“Enggak, karate lah! Eh, eh, agni! Ajarin aku karate yah!!!” Icad juga minta diajarin karate ke Agni.
“Heheh, boleh..” jawab Agni.
“Deeu, maunya juga tooh!!” cakka membalas ledekan Icad yang tadi. Icad jadi diem.
“Hahaha… udah udah! Yang penting itu, Yng lwbih keren itu PENCAK SILAT!!” kata Debo membanggakan dirinya. Soalnya, waktu SD, Debo aktif 2 tahun ikutan pencak silat.
“Hwahahahahaha” semua ketawa.

—-

“Semua harap tenang…!!!!” kata Mr. Dave, yang berdiri di dekat podium. Semua pun diam, lalu masuk lah Ms. Ira dan berdiri di depan podium.
“Terima kasih…” ia pun membetulkan kacamatany sedikit.
“Ehm baiklah. Terima kasih pada murid-murid ibu, para guru dan staff, yang telah menghadiri acara ini. Tepuk tangan untuk kalian semua. Ehm, lalu, sebenarnya, saya ingin menyampaikan… selamat, pada Angel, yang sudah ketemu, dan selamat”
Semua mata tertuju pada Angel, dan semua terlihat bahagia lalu bertepuk tangan. Angel berdiri, lalu membungkuk.
“Terima kasih semua…” kata Angel sedikit keras, lalu melambai. Layaknya Artis. (hehe).
“Baiklah, bisa tenang sedikit? Ehm, Oke. Ibu lanjutkan. Baiklah, ibu akan memanggil student of the year sekarang”
Itu membuat anak-anak kelas 8 dan 9 kaget. Ini kan baru awal-awal! Bahkan, anak kelas 7 belum ada jadwal belajar. Masa udah ada student of the year sih?? Bukannya juga, student of the year itu setiap pertengahan semester ya? Aneh…
“Semua harap tenang ya, jangan ribut. Baiklah, ibu akan panggilkan… Fakhrul Irsyad dari kelas 7, Cakka kawekas Nuraga dari kelas 7, Andryos Aryanto dari kelas 7, Oik Cahya ramdlani dari kelas 7, dan Agni Tri Nubuwati, diminta untuk ke depan…” kata Ms. Ira yang membuat semua mata tertuju pada mereka ber-5.

Mereka pun dengan ragu-ragu kedepan. Semua hening. Sebenarnya, mereka kenapa? Mereka gitu student of the year nya?? Kenapa mereka?? Anak-anak banyak yang bertanya seperti itu pada hati mereka. Angel tersenyum bangga. Shila yang duduk disebelahnya bertanya,
“Mereka kenapa?” bisik shila.
“hihi, mereka yang nyelamatin aku, dan ngalahin buronan di sekolah ini” jawab Angel sambil senyum-senyum. Angel berhutang budi pada mereka ber-5. Shila hanya kaget, lalu melihat mereka ber-5. tampang nya biasa-biasa aja tuh… tapi, dalemnya… iii waw, keren…

Irsyad, Cakka, Debo, Oik da agni berjejer di depan. Mereka sedikit menunduk. Rada malu juga sih, diliatin orang gitu.
“baiklah anak-anak! Pasti kalian kaget, apakah mereka ya, student of the year nya?? Dan, ya! Benar. Kalian bisa lihat, di jas mereka, ada lencana bintang emas. Itu tandanya, mereka sudah melakukan hal mulia! Pasti ada sebagian yang tahu, sekolah kita dihantui oleh buronan tingkat tinggi. Dan beberapa hari lalu, dia berkeliaran disekolah ini. Dia yang menangkap Angel. Dan, pada hari ini. Anak-anak istimewa ini, berhasil menkhlukkan buronan itu. Tolong beri tepuk tangan yang meriah!”
PLOK PLOK PLOK. Semua tepuk tangan, meriah banget. Mereka berlima pun cuam senyum-senyum malu.
“Baiklah, saya minta pada Mr. Duta untuk memberi StarStudent nya” kata Ms. Ira, membicarakan StarStudent. StarStudent (SS) seperti lencana juga, Cuma bentuknya bulet, dan ada tulisan SS di tengahnya. Bagi yang dapat Student of The year bakal dapet SS sebagai tanda. Kelas 8 yang dapet SS baru Gabriel dan Zahra. Sedangkan kelas sembilan yang dapet itu, Sarah sama Icha.

Mr. Duta pun memberika SS itu di jas mereka. Whiw!!! Keren ya! Baru 3hari sekolah disini, uadh dapet 2 predikat: Lencana bintang emas, dan juga SS. Semua tepuk tangan lagi. Mereka ber-5 Cuma tersenyum. Debo doang tuh yang TP, alias Tebar Pesona.

Setelah itu, mereka pun kembali ke kursi mereka, dan mulai makan-makan. Pas makan-makan, banyak banget yang minta salaman, foto2 malah. Yak! Lagi-lagi serasa artis.
“Hahaha, makasih, makasih, tanda tangan nyusul ya!!” kata Debo, kelewat pede. Lalu, Patton menghalangi bagi yang mau kasih selmat,
“Wey, wey, wey!!! Udah udah!! Mereka mau makan dulu!! Entar aja yaaah!! Oke oke?!” semua pun akhirnya bubar, patton, dan yg lainnya bernapas lega.

“rahmi! Gita! Sini!! Makan bareng kita yuk!!” Oik mengajak rahmi dan Gita yang hampir mereka lupakan.
“hehe, dikirain lupa temen…” kata Rahmi lalu duduk disebelah Oik.
“gak lah!! Ya kan Ag?” Oik menoleh ke arah Agni.
“Iya lah… kita kan… SAHABAT!” agni langsung memvonis rahmi dan gita langsung dengan kata Sahabat.
“Sahabat! Aku setuju” kata Oik.
“Aku juga!!” kata Gita.
“Iyap, setuju banget…” kata Rahmi akhirnya. TOAST!

Angel dan Septian menghampiri meja mereka.
“UUUh, septian bangga sama kalian!!!” kata Septian langsung menghambur ke Meja Icad, Debo, Cakka, Patton. Hehe, Patton juga gak ketinggalan.
“Kalian… angel ngucapin banyak terima kasih ya ke kalian semuanya… kalian udah nyelamatin angel… makasih banget ya!! Oh, iya, kalian mau apa dari kakak?” angel sampe mebungkuk-bungkuk gitu ngucapin makasihnya. Mereka ber-5 jadi gak enak.
“Kita gak minta imbalan kak” ucap Icad, cakka, debo, oik dan agni.
“tapi… hm… ya udah deh! Tapi, kalian kalo butuh bantuan bilang aja sama kakak ya… kakak juga pasti bantu kok” angel pun tersenyum lebar, lalu menarik septian (lebih tepatnya, menarik bajunya). “Yok balik!!!”.
“Dudududuh, angelll…!!!” septian meronta (hahaha).

Pada saat itu, mereka semua tertawa riang, dan gak ada yang namanya kesedihan. Mereka menyelesaikan ini pada jam 9 malam. Oh, iya, pas lagi makan-makan disetel lagu Juara Sejati lho… ^.^ V.

Information: season 1 end. Season 1 (part 1-22).
tunggu season 2!

hehe. kayak harry potter ya? tepi, aku gak niru loh. ini cuma cerita fiktif! okee
sankyu~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s