part 25

Part 25 – not lucky girl (bagian 1)

ini adalah tantangan terakhir yang harus dilewati Gita dan Debo. Kira-kira, apa ya tantangannya? Melewati ranjau!! (jeng jeng jeng jeeeeng…. jeng jeng jeng jeeeeeng… – lagunya Ludwig Van Beethoven). Banyak ranjaunya. Gak berbahaya sih, tapi, itu bisa membuat kita yang melewatinya tergaket – kaget dan terjatuh – jatuh. Hm… apakah mereka bisa melewatinya dengan selamat???

Keadaan pun makin tegang. Para supporter diam. Miss Okky plus staff dan OB yang lewat lewat makin menonton makin seru.
Gita dan Debo pun tertegun. Mereka tegang juga. Lalu, bersamaan, mereka mulai melewati rintangan ketiga ini.
“Ayoooo~!!” anak-anak cewek mulai berkicau lagi. Begitu pun anak-anak cowok.
Semangat Debo dan Gita pun keluar. Mereka tak takut!!! Mereka pun mulai melewati ranjau itu. BUM!! PRAK! DBUMMMMM!!! Itu yang para supporter dengar. Banyak asap yang mengepul, sehingga mereka gak bisa liat siapa yang menang.

“Duuuh, mi, gak keliatan! Siapa tuh yang nyampe duluan??” tanya Oik sambil jinjit-jinjit. Rahmi menyipitkan matanya…
“Gi…eh, Debo!! Debo yang duluan!!!” kata cakka girang. Para supporter debo (cowok semua) bersorak. Anak-anak cewek Cuma bisa menghembuskan napas. Menerima, Debo yang menang.
“Keputusan sudah final! Debo menang!!!” kata Miss Okky yang juga ikut senang.
Tersirat raut muka kecewa dan kesal + marah diwajah gita. Dia melipat tangannya. Menatap debo tajam, menatap debo yang tertawa bahagia. Uuuh, Gita kecewa banget!!! Oik menghampiri gita. Memegang pundak Gita.
“Jadi, Debo ketua kelasnya, dan Gita-lah wakilnya…” jelas Miss Okky lagi. Gita pengen nyekek seseorang sekarang. Gita pun mendekati Debo.
“Debo… selamat” kata Gita menjulurkan tangannya. Debo kaget juga.
“Ah, eh, iya… makasih..” Debo membalas jabatan tangan Gita. Tapi, kok, gita menjabatnya tambah keras aja ya???
Krek, krek, krek…
“AWAWAWAWAWAWAW!!! Sakit git!!” Debo meringis kesakitan.
“Hmm… oh, sakit ya???! Emang aku jabat tangan kamu keras banget ya?? Owh, owh, maaf ia! Sengaja,,,” Gita pun tersenyum, lalu berbalik.

Cakka menhampiri Debo yang sedang memegang jarinya yang kesakitan tangannya di gituin sama Gita. Cakka menepuk-nepuk pundak Debo.
“Ck… ck… ketularan Oik kali yah…” kata Cakka. Debo masih meringis dan tersenyum kecut.

TING TONG… bel keluar berbunyi. Anak-anak diperbolehkan jajan (hehe, ke dining room gitu, yah semacam kantin lah), dan main-main.

—-

Oik menemani Gita ke WC, mau ganti baju ceritanya… setelah itu, gita mencak – mencak di wc ke Oik.
“Aku sebel deh ik!!! Kenapa harus Debo yang menang!!! Aku keseeeeeeeeel…!!! dari dulu, aku emang gak pernah menang dari dia!!!” gita emosi banget. Oik kaget mendengar perkataan Gita tadi.
“Loh, emang kalian tuh udah… ato… apa?? Pernah 1 kelas??? Ato apa??” Oik sedikit bingung.
“Gini loh ik, aku sama Debo satu TK, SD juga barengan. Cuma, waktu aku kelas 4, aku pindah! Sebel deh ik! Aku dan Debo selalu jadi kandidat ketua kelas. Tapi apa??? Sampe detik ini pun, Debo selalu kepilih jadi ketua kelasnya!!!!” awalnya Gita ‘biasa’ aja ngejelasinnya, ujung-ujungnya juga marah2 ke Oik. Oik Cuma bisa bilang ‘sabar’ ke Gita.

“Udah ah, git… habis ini kan kita harus nemuin Miss Okky dulu… inget kan?” kata Oik pelan.
“Tu kan! Mampus dah!” Gita pun masih harus menerima hukuman dari Miss Okky gara-gara Oik. Tapi, gita gak bisa menyalahkan Oik.

—-

Cakka, dan Irsyad ngeliatin kakak-kakak kelas mereka main basket dari samping lapangan. Sambil megang jaring-jaring pagernya gitu (kereeen ^^). Tiba-tiba, terlihat sosok gabriel mendekati cakka dan Irsyad sambil tersenyum.
“Lo berdua mau main basket?” tanya Gabriel kepada Cakka dan Icad.
“Mau sih ka… tapi…” kata Icad sedikt malu –malu.
“Ayo main aja! Eh, tunggu. Kalian daftar gak di klub basket?” tanya Gabriel.
“Belom kak, waktu itu gak sempet…” jawab cakka.
“Oh, ya udah! Ntar kalian daftar aja ya ke manager klub basket kita, Siti. Oke?” kata Gabriel sambil mengacungkan jempol. “Udah yuk, main bareng. Kalo bisa, ajakin tuh temen2 kalian… biar rame” kata gabriel lagi. Cakka dan Icad pun mengikuti gabriel dari belakang, dan mulai masuk dalam permainan.

—-

“Misi miss… miss Okky?” oik membuka ruangan Miss Okky.
“Ah, Oik, Gita… silahkan masuk” jawab Miss okky, langsung mempersilahkan mereka duduk. Dan sambil menyuguhkan teh (padahal mau dihukum, masih aja ya disuguhin teh).
“Nah, ibu mau nanya. Kenapa kalian telat? Di hari pertama lagi… bisa dijelaskan?” buka Miss Okky baik baik. Oik menjelaskan semua.
“Jadi miss… miss gak perlu hukum gita… karna saya yang salah… jadi miss cukup hukum saya aja…” kata Oik lemas.
“Ya, bisa. Tapi, peraturan, tetap saja peraturan! Baiklah, ibu berikan dispensasi. Kalian cukup nge-pel kelas kalian aja” kata Miss Okky memutuskan. Gita menghembus lemah, pasrah.
“baik miss…” jawab Gita dan Oik. Dan mulai ke ruang janitor, mengambil pel untuk mengepel pastinya.

Di kelas… hanya ada Gita dan Oik yang sedang mengepel.
“Gita,,, maafin aku ya… gara-gara aku… kamu jadi ikut ngepel” kata Oik benar-benar menyesal dan sangat menyesal.
“Ah, gak papa lagi ik! Aku maafin kamu kok… tenang aja ik…” jawab Gita ikhlas. Oik bernapas lega. Gita enggak marah padanya. Lalu, tak lama setelah itu, Debo datang.

BRUUK! Debo kepeleset. Lantainya masih basah. Gita terjaget-kaget.
“Awww…” ringis Debo.
“Makanya hati – hati…” kata Gita, niat mau bantu Debo. Gita ajaudah ngejulurin tangan Gitu.
“Auuhh!! Kamu sengaja ya buat aku kpeleset?!” debo menepis tangan Gita. Terang aja Gita tersinggung.
“kamu tuh negative thinking aja!!! Aku benci debo!!!” Gita pun meninggalkan pekerjaan nya, Oik kaget. Debo juga, Cuma ia gak begitu peduli. (hhuh… debo nya nyebelin…:’( maaf ya para SD sedunia…). gita pergi entah kemana, yang penting jauh dari kelas dan keramaian.
“Gita!!!” Oik menyusul, saat melewati debo, Oik Cuma geleng-geleng kepala.

Giat berlari ke belakang sekolah. Sepi. Ia pun duduk meringkuk di bawah pohon. Memeluk lututnya, meredam mukanya ke dalam lutut. Gita enggak menangis, tapi ia super kesal dengan sikap Debo. Pertama, dia udah dibuat kalah sama Debo. Nah, sekarang, debo negative thinking sama gita. Gimana gita gak sebel?!
“Aku emang nyebelin ya?! Aku emang bukan anak yang beruntung seduniaaa!!!” Gita berteriak dalam hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s