part 27

Part 27 – normal girl

Fuuuh, untung Mr. Dave belum masuk, Oik bernapas lega. Ia pun menunggu kembalinya Gita. Mungkin bareng Debo.

Gak lama, terlihat Gita balik sama Debo. Mana tangannya Gita digenggem lagi sama Si ketua kelas, alias Debo.
“CIEEEEEEEEEEEEEEEEEEE” satu kelas kompakan bilang itu ke Debo dan Gita. Reflek, Gita melpas genggaman Debo. Debo langsung mencak2.
“Apaan sih kalian???! Ngiri ya?? NGIRI??” debo naik pitam.
“Hahahaha, kok jadinya kebalik ya??? Sekarang kok debo yg sensi?? Gita nya cengar cengir aja tuh!” kata Rahmi yang mengundang gelak tawa.
“Heheheheuuuu…. gak papa kan?” tanya Debo langsung melihat ke Gita.
“ya bagus lah. Yang penting Gita udah gak kayak waktu itu” jawab Rahmi, dan yang lain.
“Iya, Aku Gita yang dulu lagi!! Bukan Gita nenek lampir!!!!” kata Gita sambil tersenyum, dan menekan kata2 ‘nenek lampir’nya. Anak-anak cowok Cuma diam, sambil nyengir ke Gita.
“Nah, mulai sekarang, jangan ngejek Gita nenek lampir lagi ia! Saya, Andryos Aryanto, memutuskan peraturan baru! Dilarang mengejek!!!” kata Debo sambil menepuk2 dadanya. Seperti orang yang sedang berdemo. Dan mendapat seruan dari anak-anak satu kelas. Gita tersenyum. Ia bahagia melewati hari ini. Ternyata, gak enak ya cemberut terus! Oke guys, keep smiling ya makanya! Ntar cepet tua loh! Hehe.
Tak lama setelah itu, terlihat Mr. Dave mau masuk kelas. Debo pun langsung menyeru,
“Ada Mr. Dave!! Masuk oi!!”

—–

Akhirnya, udah jam setengah 4, jam pulang. Cakka menghampiri meja Debo.
“Bo, lo mau ikut klub basket gak?” tanya Cakka.
“Mau mau! Dimana??” Debo terlihat antusias, matanya aja sampe berbinar binar. Ia pun memakai tas ransel nya, dan mengikuti Cakka keluar.
“Di managernya klub basket. Kayaknya sih, ada di ruangannya. Ajak Icad dulu ya” kata cakka sambil membenarkan letak tasnya yang sedikit miring. Lalu ia masuk ke 7-B, kelasnya Icad.

“Cakka!” panggil Icad sebelum Cakka mau manggil Icad.
“Oi” jawab Cakka.
“hei bo! Mau daftar basket kan?” Icad meng-hai debo, lalu bicara pada Cakka.
“Iya, yuk! Si debo juga mau masuk” kata Cakka. Mereka pun langsung menuju ruangan klub basket. Tampak ramai, kebetulan anak-anak basket lagi pada kumpul. Kebetulan banget! Anak-anak kelas 7 yang mau daftar, mau pun yang udah daftar juga lagi pada kumpul disitu. Ternyata, Siti, si manager klub basket lagi bagiin seragam basket ICA.

“Kak Siti” kata Icad.
“Hah? Iye ape???” jawab Siti sedikit cuek, masih sambil membagikan seragamnya.
“mau daftar kak” kata Debo. Siti menengok,
“kok baru daftar sekarang???” tanya Siti.
“Gak sempet kak waktu itu” jawab Cakka.
“Owh, ya udah! Tuh, isi aja tuh di kertas itu” tunjuk Siti. Mereka pun langsung ke arah letak kertas itu berada.

Whiw! Mereka liat yang daftar banyak banget!! Sekitar 45 orang cowok (ya iya. Cewek gak boleh ikutan basket soalnya) ikutan! Maklum, tim basket dari ICA tuh keren banget. Sering dapet juara. Liat aja di trophy room. Banyak banget piala berjejer. Sering dapet penghargaan dan udah go international! Siapa yang gak mau masuk tim basket ini???
“Whooo, banyak yang daftar ternyata! Malah, Abner sama Patton juga ikutan!” kata Icad berbinar, saat melihat nama Abner dan Patton tertera disana.
“Udah, udah. Noh, nama kalian udah aku tulisin. Nah, minta seragam nya sekarang yuk” kata Cakka, dan mengajak teman2nya menemui siti lagi. Minta seragam.

—-

Oik, Gita, Rahmi, dan Agni pulang berbarengan (aduh, gak banget ya bahasanya. Bareng2 gitu maksudnya) ke asrama.
“Gita, gita! Seneng aku, liat kamu Gini lagi” kata Oik sambil menepuk2 Gita.
“Iya dong. Hehe, gak enak kan liat aku marah2 terus??” kata Gita memegang ranselnya.
“Iya deh, iya. Tapi, siapa yg menyadarkan elo git??” sekarang Agni yang ngomong.
“Mmm… debo” jawab Gita, sedikit tersipu. Entah kenapa, dia malu banget kalo nyebut nama Debo. Yah, sejak debo ngehampirin gita di atas sekolah lah, sejak debo menggaet tangannya lah, malah pas bilang gita cantik, gita ngerasa malu banget. Ada apa ya sama gita? Malah, kalo denger kata ‘debo’ hati gita panas, dan jantungnya deg2an. Mmm? Ada yang tau jawabannya? Pasti tau lah. Tapi, gita masih belum yakin dengan perasaannya.
“Debo?? Wah wah…” Agni seura-seuri (senyum2).
“Hahaha, artinya, Debo tuh peduli sama kamu Git!! Yah, mentang2 kamu wakilnya dia” rahmi akhirnya bicara. Gita malu.
“Hihi, enggak ah.” Jawab Gita pelan. Dan langsung berpikir yang aneh2 lagi tuh si Gita. ‘emang debo care sama aku? Ah, masa? Tapi..’ gita pun tersadar. Dia menepis semua pikirannya. ‘apaam sih gita? Debo tuh Cuma temen lo! Sifat care dia tuh Cuma sifat care sebagai teman!’ gita berkata lagi dalam hati. Ia pun menggelengkan kepalanya, menghilangkan pikiran yang ‘enggak-enggak’ dari otaknya.
“Kenapa lo git???” tanya Agni melihat kelakuan Gita. Begitu pun rahmi dan Oik yang ikutan heran.
“Ah? Eh? Ee, gak papa. Hehe” jawab Gita. Dan tak terasa, udah yampe di gerbang asrama putri.

“Oke, jadwal latihan klub basket tiap hari selasa, sama sabtu ya. Kalo hari sabtu, latiannya jam 8 sampe jam 10. kalo selasa, emang waktunya eskul, dari jam 1 sampe jam stengah 4” jelas Siti di depan anak2 baru klub basket, mereka pun mengangguk ngerti.
“Oh ya, ti, siapa kapten basket?? Kan katanya Kak Ivory keluar” kata Riko, tiba2.
“Mmm,, kata Mr. Robert (pelatih basket) Gabriel aja” jawab Siti sambil melihat ke arah Gabriel.
“Lah?? Kok malah gue sih??” Gabriel sedikit kaget. Mana dia udah jadi KeTos, sekarang jadi kapten basket.
“Ya buat sementara aja iel” jawab dayat.
“tap.. tapi…” gabriel masih mengelak.
“Udah deh iel, terima aja dulu! Lo kan hebat juga main basketnya, gak kalah sama Kak Ivory. Entar ada pemilihan lagi deh! Dari anak kelas 7 kandidatnya! Entar gue usulin ke Mr. Robert” kata Siti yang sedikit melegakan hati Gabriel. Tapi, lumayan juga sih jadi kapten basket. Banyak yang nge-fans! Liat aja kak Ivory (kelas 9) bisa terkenal gitu and banyak yang nge-fans. Termasuk Gabriel! Kak Ivory itu udah 2 kali dapet trophy pemain terbaik dai ICA sama dari China (waktu itu tanding di China). Hebat kan kak Ivory??? Mana cewek2 banyak yang suka sama Kak Ivory (udah jago basket, baik, cakep, pinter lagi!) ckckckck… Prefect lah kak Ivory itu! Gabriel pengen kayak kak Ivory. Cuma 1 alasannya dia kurang bisa kayak kak Ivory. Gak pede.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s