part 4

Part 4 – new student (bangian 3)

“Cuma berdua doang Pat?” tanya Debo sambil memberes-bereskan bajunya ke dalam lemari. Patton mengangguk lemas. Patton juga mulai membereskan baju-bajunya masuk ke dalam lemari.

Debo tampak apik dalam mebereskan baju-bajunya. Dan gak lebih dari 5 menit, Debo selesai membereskan semua. Termasuk buku-buku dan alat alat yang akan ia pakai. Patton hanya melongok melihat ke-apik-an Debo. “kayak cewek” batinnya.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Gita terbangun. Ia sedikit kaget juga, ternyata di kamarnya sudah ada 3 orang cewek yang lagi sibuk beres-beres. Gita mengucek-ngucek matanya.

“Ag, siapa mereka?” tanya Gita sambil sedikit menguap. Agni menoleh ke atas.
“Oh, ini Rahmi, terus yang itu Oik” Agni memperkenalkan Rahmi dan Oik. Rahmi dan Oik pun tersenyum melihat Gita, begitu pun Gita.
“Oh, haha. Salam kenal~! Aku Gita” Gita memperkenalkan diri.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

BRUK BRUK BRUK! Terdengar hentakkan kaki dari luar kamar 16. seperti langkah orang yang sedang kesal.

“Nih, kamar kamu! Mas pulang yah ke Yogya. Jaga baik-baik diri kamu ya Cak. Telpon mas El aja ya kalo ada apa-apa” Masnya menyerahkan koper anak cowok yang namanya Cakka ini.

Cakka menghembuskan napas panjang, membuka kamar 16. matanya menyipit melihat siapa yang di dalam.
“DOR!” kaget patton yang tiba-tiba muncul dari bawah. Jelas aja Cakka kaget, tapi, Cakka berusaha cool.
“Adoooh! Bikin kaget aja lo.” Protes Cakka.
“Hahahaha! Selamat datang di kamar 16!!” kata patton lantang, Cakka spontan menutup telinganya.
“Heeeh, iya. Masih ada kasur kosong kan?” tanya Cakka, Patton mengangguk, dan menunjuk ke kasur yang di bawah yang masih kosong.

Cakka menganggkut kopernya ke dalam. Ia tanpa basa- basi langsung beres-beres. Lagi-lagi, patton melongok. Cakka juga tampak Apik membereskan pakaiannya. Jujur, Patton gak bisa kayak Cakka dan Debo. Patton terkesan anak yang asal-asalan, jarang beres-beres kayak gini.

“Lo gak beres-beres hey?” tanya Cakka tiba-tiba.
“Entar! Abis gue gak bisa” kata Patton sambil nyengir kuda. Debo terkikik. Cakka hanya tersenyum, “aneh” pikir Cakka.

“Disini kak?”
“Iya, disini syad” jawab Septian mengantar Irsyad, Penghuni terakhir kamar 16. serentak, Cakka, Debo, Patton melihat ke arah Irsyad. Mereka bertiga tersenyum, lalu nyengir ke Irsyad,

“HAI IRSYAAAD” sapa cakka, debo dan Patton.
“Hehe” Irsyad hanya nyengur, dan kalian tahu dari mana Cakka, Debo dan Patton mengetahui nama Irsyad? Jelas aja, Di dada irsyad ada stempel bertulikan ‘Nama: Irsyad’ berukuran besar. Septian kaget juga melihat irsyad, hingga tertawa dalam hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s