part 6

haha, mulai seru nih…

Part 6 – 1 day before MOS

Setelah malam penerimaan selesai, kakak-kaka asuh mereka memberi tahu kepada anak asuhnya bahwa besok akan diadakan acara MOS. MOS ini tak sama kayak disekolah negri lainnya. Melainkan hanya mengenalkan sekolah ini pada murid baru.

Kita lihat ke kamar 15…

Anak-anak kamar 15 sudah siap dengan piyamanya. Rahmi tampak sibuk menyiapkan seragam untuk besok. Agni sibuk dengan kancing bajunya yang ternyata salah masukin lobangnya. Kalo oik dan Gita, sibuk nyisir ngadep kaca sambil nyanyi-nyanyi Hymne ICA yang tadi sempat dinyanyikan.

Rahmi tertawa melihat Oik dan Gita yang sedikit memain-mainkan lirik hymne ICA. Agni juga tertawa, sambil membetulkan kancing bajunya.

GREEEK, tiba-tiba Irva membuka kamar nomor 15 ini. Irva menjadi kakak asuh kamar 13 yang sempat bertukar dengan Angel.

“Ya kak?” kata rahmi sambil tersenyum.
“Boleh nitip Cahya, Ourel, Osa sama Selly gak?” tanya Irva. Endengar itu, Oik melihat ke belakang Irva, ada 4 orang cewek yang juga memakai piyama.
“Mmm… boleh-boleh aja sih kak! Tapi kenapa ya?” rahmi membolehkan sambil bertanya kenapa.

Sebelum Irva menjawab, Irva menyuruh ke 4 anak asuhnya masuk ke dalam kamar 15.
“Belum jelas! Tiba-tiba AC di kamar 13 keluar asep-asep gitu… makanya aku mau bilang ke Ms. Reina soal ini. Titip ya…” Irva menjelaskan lalu menutup pintu kamar no. 15.

Oik mendekati Cahya dan teman-temannya. Lalu tersenyum,
“hai! Aku Oik! Kalian dari kamar 13 ya?? Kenalin ini Gita, terus tadi Rahmi, sama yang lagi betulin kancing itu Agni!” kata Oik memperkenalkan penghuni kamar 15. Cahya tersenyum. Begitu pun yang lain. Oik anak yang ramah dan juga murah senyum.

Gita menghampiri ke 4 anak kamar 13.
“have fun aja sama kita disini! Ikutan yoook karokean bareng aku dan Oik!” ajak Gita. Tanpa malu-malu lagi, mereka beneran karokean bareng.

Sementara itu, Irva menghubungi Ms. Reina yang ada di bawah.
“Miss, di kamar 13 AC nya keluar asep! Bisa panggilin Mang Jaja?” keluh Irva. Ms. Reina terkejut juga dengan perkataan Irva.
“Bentar ya va, kamu tunggu aja di kursi itu. Saya telepon dulu” jawab Ms. Reina yang mulai memencet tombol telepon di mejanya.

Irva duduk menunggu Ms. Reina dan juga kedatangan Mang Jaja. Tiba- Tiba Shila, teman Irva lewat.

“Va? Gak ke kamar?” tanya Shila, yang kebetulan sekamar sama Irva.
“Enggak! Paling entar jam 10-an aku baru tidur. Kamar 13 ada masalah!” kata Irva menjelaskan. Shila mengerutkan keningnya.
“Masalah? Oh, aku denger, AC nya keluar asep-asep gitu ya?” tembak Shila tepat. Irva hanya mengangguk. Shila tersenyum lalu pamit menuju kamar.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Patton memeluk bantal gulingnya. Tampak terlelap. Debo belum tidur, dia ribut sama cakka rebutan DS nya Irsyad. Irsyad sih gak keberatan DS nya diperebutkan. Icad malah sibuk cahttingan sama temen SDnya.

“Gue dulu!” renegk cakka, Debo gak mau kalah.
“Gue! Cak, lo ngalah napa??”
“Gaak! Sini! Kalo gue kalah, lo yang main, deal?!” tawar cakka. Debo berhenti berebut DS.
“Deal!” kata debo mantap.

Cakka kalah telak, jagoannya, Sonic dapat dikalahkan. Debo tertawa.
“Makanya cak! Dibilangin pake Kenuckles aja” kata debo langsung merebut DS nya dari tangan Cakka.

Cakka menarik selimutnya, berencana tidur. Daripada meratapi kesedihan gak bisa main DSnya Irsyad, mending dengerin iPod tercinta. Dan gak tau kenapa, ia terpikir cewek yang ia tabrak tadi.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Mang Jaja akhirnya datang dengan sekotak perlengkapan. Irva menunjukkan ke Ac yang mengeluarkan banyak asap. Ternyata, sudah menegpul asapnya di kamar 13. dan BUM! Suara ledakan terdengar seisi asrama putri.

Semua berhamburan. Asap tabah mengebul. Dan gara-gara ada sensor pemadam api, SRRRT, air keluar dari tiap langit – langit kamar. Kamar 13 emang gak nguntungin!

Semua basah. Kasur, buku-buku. Kesan pertama anak-anak kelas 7 disini lumayn buruk. Apalagi Irva yang tertunduk lesu, karena gagal dalam menjaga kamar 13. tapi, menurut Ms. Reina, ini bukan salah Irva atau yang lain. Ini salah pihak sekolah.

Untuk, air yang keluar tak keluar banyak. Jadi hanya becek saja. Anak-anak kamar 13 terpaksa diungsikan ke kamar cadangan di lantai 5.

bersambuuunngggg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s