part 33

Part 33 – keluar sekolah! (bagian 2)

Mereka pun menyetujui untuk pergi bareng keliling2 pasar seni. Hingga akhirnya, Cakka berhenti disebuah toko.
“Iih ada wayaaaang” kata Cakka langsung masuk. Ia pun tertarik saat melihat sebuah wayang disana. Oik tersenyum, lalu mengikuti cakka dari belakang.
“Kamu suka wayang?” tanya Oik.
“Iya dong!” kata Cakka bangga. Masih melihat wayang2 yang dipajang disana.
“Bisa ngedalang?”
“Bisa banget! Mau liat??” tawar Cakka sambil mengambil 2 wayang disana.
“Mmm. Boleh boleeeh hhi” oik tersenyum. Seorang cakka, ngedalang? Ih waw. Oik sedikit mau ketawa juga. Cowok yang keren ini juga bisa yang namanya ngedalalng. Mana gak ada persiapan, alias spontan.
Cakka pun mulai ngedalang di toko itu, dan hanya di depan Oik. (ada vide0nya lho.tapi pas di pentasnya). Oik merasa terhibur. Cakka pun selesai.
“Hebat!” puji Oik.
“Hahaha, makasih makasih…” kata Cakka pede. Gak sadar apa ya? Cakka diliatin sama si penjaga tokonya, dan si penjaga toko itu juga tersenyum dan bertepuk tangan.
“Lucu bangeeet, apalagi kamu ngomongnya medok gitu”
“Hyahahaaahaa. Hebat dong, cakka tea atuh!” kata cakka dengan sedikit bahasa sunda, kata2 yang kadang2 terlontar dari mulut debo.
“Udah ah, aku mau beli ini ajah” kata Cakka sambil mengambil wayang pilihannya. Yang kalau tidak salah, namanya gareng dan petruk.
“Liat2 yang lain dulu ya cak” kata oik sambil muter2 lagi di toko itu.
“Ikuuut” kata cakka masih sambil membawa wayangnya, dan mengikuti oik.

Ada souvenir2 gitu deh disitu. Barang2 yang lucu banget. Dan kebanyakan berbau jawa dan sunda.
“Cocok gak ik??” kata cakka tiba2. ternyata dia ngeliat blankon terus dipake gitu.
“Hahaha. Cocok!” kata oik lagi2 memuji.
“Nih” PLUK. Cakka mengambil balnkon yang lain dan menaruhnya di kepala Oik.
“Yaah, cakka… kan buat cowok” kata Oik.
“gak lagi! Cocok kok buat kamu” kata Cakka.
“Heheh, tapi bagus juga yaaah” kata Oik sambil melihat wajahnya di layar hapenya.
“Tuh kan, udah yuk bayar! Aku beliin itu buat kamu” kata Cakka langsung menarik oik dan menuju kasir.

Cakka membayar 2 pasang wayang, dan juga 2 blankon. Semuanya jadi 45.510. cakka memakai balnkon yang warna hijau.
“pake balnkon nya dong ik” kata Cakka saat keluar dari toko.
“iih, kayak cowok dong” kata Oik sedikit protes.
“Kan udah aku bilang., kalau kamu pake itu mah malah cocok” kata cakka mengulang.
“Mmm… ya udah deh… hhe” oik pun mengeluarkan blankonnya dari kantong belanjaannya dan memakainya. Lalu terlihat debo dan gita.

“Cakka! Oik!” panggil mereka berdua. Mereka pun langsung menemui cakka-oik. Mukanya terlihat beteee banget.
“kenapa? Ada yang salah?” tanya Cakka.
“Ada! Kalian kemana??” tanya debo.
“Kalian ngapain berdua??” tanya Gita.
“Beli apa aja kalian??” tanya debo.
“Kenapa Cuma berdua?? Kenapa gak ngajak2??” tanya gita. Debo dan gita pun melontarkan banyak pertanyaan. Cakka dan Oik Cuma bertatapan, dan gak menghiraukan ocehan mereka. Cakka pun akhirya muak, dan menghentikan debo dan gita yang lagi berkicau ria.
“Stop” kata cakka pelan.
“JAWAB” kata debo dan Gita.
“Okeh okeh. Yang pertama, tadi kita habis dari toko yang sebelah sana. Kedua, kita berdua belanja disana. Ketiga, aku beli wayang sama blankon. Dan aku ngebeliin oik blankon. Keempat, gak ngajak karena, kita dicuekin sama kalian, kalian shoppaholic banget, kita dicuekin. Makanya aku ngajak oik keliling2 aja” jawab cakka panjaaaang lebar. Debo gita manggu2 dan langsung melihat ke oik.
“bener itu ik? Kalian belanja kan? Gak pacaran?” tanya debo gita negative banget!!!
“YA ENGGAK LAAAH!” bentak oik dan cakka. Oik pun langsung menutup mulutnya, baru pertama ia membentak sekeras itu.
“Addduh, iya iyaaa” kata gita sambil mengusap usap telinganya. Begitu pun debo. Lalu, hape Debo berdering, ia melihat incoming call nya, Icad calling…
“Ya cad?” jawab Debo.
“Lo dimana? Kita udah di depan” kata icad disebrang sanaaa.
“Oh, udah di sana?? Ya udah deh, kita kesana ya.. daaa” klik. Debo memutuskan telepon dan langsung mengajak gita, cakka dan oik untuk kembali.

—-

Terlihat icad, patton dan Ms. Anita yang membawa banyak belanjaan. Buru2 cakka, gita, dan oik membawakan sebagian. Kecuali debo. Dia juga repoy bawa bawaan.
“dari mana sih bo? Ngeborong gitu?” tanya Patton.
“Dari toko batik, lagi sale 60% tauk… luamayan! Makanya aku beli banyak. Lagian, gak tau kenapa di asrama, kaos sama celana aku banyak yang ilang” jelas debo sambil nyengir.
“Terbang kali pas dijemurr hahahahahaha” canda Cakka, yang negbuat semua tertawa. Lalu, Ms. Anita menengahi.
“Aduh, udah yuk. Udah siang nih, bentar lagi bakal ada lunch kan? Mau masak nih…” kata Ms. Anita.
“Siap buuu!” kata mereka para murid ^_^.

—–

Mereka pun berpisah di depan sekolah. Rombongan cowok mau ke asrama cowok, kalo rombongan cewek mau ke asrama cewek pastinya.
“Miss, kalo ada jalan2 lagi, kita ikut ya” pesan Patton.
“Iya deeeh, entar ibu absent kalian semua… haha” kta Ms. Anita.
“Ya udah makasih ya miss… daah oik, daaah gitaa” pamit anak2 cowok. Oik dan gita hanya mengangguk sambil tersenyum. Ms. Anita pun ke dapur sekolah. Tinggallah oik dan Gita yang masih diam di depan sekolah.

“Haaaah…… seneng bangeeeeet” kata gita sambil muter2.
“Seneng kenapa git??” tanya Oik.
“Yaaa seneng ajaaa… habis, tadi aku beli banyak bajuuu, teruss, orang yang namanya debo tuh baik tauuu” kata Gita girang dan tanpa maluu.
“Hahahaha. Emang… cowok cowok itu emang baik” kata Oik. Sambil memikirkan kebaikan cakka.
“Iya, emang mereka baik! Tapi, si icad enggak tuh” kata Gita.
“Gak juga. Dia baik, sama Agni..” kata Oik sedikit tertawa juga.
“Jangan tu anak naksir lagi sama Agni hahaha” kata Gita, tapi, ia juga merasa, icad beneran naksir.
“Bisa jugaaa. Hahaha” kata Oik yang ikut tertawa.
“Eh, oya, kamu kok pake blankon siih?? Bukannya buat cowok ya? Beli dimana?” gita pun baru nyadar kalo oik dari tadi pake blankon. Oik tersenyum, lalu melepasnya.
“Iya nih, dibeliin cakka” kata Oik sambil senyum2.
“Waah, emang baik2 yaa cowok2 kamar 16 itu..” kata Gita.
“Emang iya kan? Kamu udah bilang” kata Oik mengkritik.
“Heheh, iya? Udah yuk, ke kamar! Mau nyoba baju nya.. oyah, aku juga beli baju buat kamu lho ik, ntar coba yaa” kata Gita sambil menarik Oik ke arah gerbang asrama Putri. Oik pun Cuma mengangguk senang. Betapa banyak yang baik sama Oik hari ini. Malah semua orang. Ya gimana enggak, oik tuh oangnya baik, pasti orang ngebaikin dia juga. Apalagi kalo oik senyum. Ramah bangeeet, buat orang betah ngeliatnya. Dan ada 1 orang yang betah banget kalo liat oik senyum. Siapakah diaa? Masih rahasia, tapi, pasti kalian tau lah.

udah ah 2 part aja yaah. hhe 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s