fanfiction: chapter 2

Cakka dan irsyad pun mendekati ruang OSIS.
sedangkan di ruamg OSIS…
“Yaah, kita harap sih kalian bisa ngikutin segala peraturan di IC..”kata Gabriel pada anak2 TMJ segala peraturan di IC. Semua mengangguk.
“Oke deh. kita bakal berusaha.. oyah, dimana kamar kita?” tanya Glen, melihat teman2nya sepertinya sudah kelelahan (bayangin aja dari TMJ ke IC mereka jalan kaki). Gabriel menepuk jidatnya, “Oh iya! nanti yang cowok ke asrama cowok, yang cewek ke asrama cewek ya. Ehm, Sion, anter anak TMJ cowok gih” kata Gabriel. Sion berdiri dan memberi kode kepada anak TMj cowok untuk mengikutinya. Sisanya Nabila.
“Mmm, gabriel.. aku tunggu joya dulu ya” kata nabila, memelas.
“Oke. gak papa. entar aku panggilin Via buat nemenin kamu” kata gabriel, keluar dari ruaang OSIS.

Cakka dan irsyad melihat ke dalam.
“iii waw” kata Icad.
“Cad. inget agni..” bisik Cakka. tapi, Icad gak mengubrisnya. ia masih fokus ngeliat nabila. kayaknya… Icad suka tuh.
“Liat deh cak, mirip agni!” kata Icad lumayan keras, hingga, nebila menengok. buru2 icad menarik Cakka kebawah.
“Aw! apaan sih syad?!” kata cakka, ia mendesah.
“Cewek itu liat ke sini…” bisik icad.
“ya salah lo lah! hhuh” cakka mencubit pipi icad. lalu, tiba2 patton bersama Joya datang. Icad dan cakka berdiri, bersikap tidak tahu apa apa.
“Hey ton” sapa irsyad dan Cakka.
“hey” jawab patton singkat. lalu, ia berbalik dan menatap JOya.
“Ehm, nih ruang OSIS nya. udah yaaa” kata Patton.
“Mau kemana ton?” tanya Cakka.
“Asrama! ngantuk” Patton meninggalkan Cakka dan Irsyad. “Ikuuut” kata Icad dan cakka.
***
Joya duduk disebelah nabila, lalu bersandar. sepertinya Joya kecapean.
“darimana joya sayang?” tanya nabila.
“Huuft! tadi kan aku bantuin Patton..” jawab Joya lemas.
“Ooh. baik banget sih kamu. tadi tuh, si Asror keliatannya khawatir banget” kata nabila, ia juga ikut bersandar.
“Yaah. aku tau. dia emang gitu kok. ehm, yang lain mana?” tanya joya sambil celingak clinguk kanan kiri.
“Udah ke asrama.”
“Kita enggak?” tanya Joya lagi.
“Nunggu… Via” jawab Nabila akhirnya.
krieeeet… pintu ruang OSIS terbuka. ada Via disana, lalu tersenyum, “Nabila sama Joya ya? ayo, aku anter ke kamar!” kata Sivia lembut.
“Siapa?” tanya Joya.
“Aku Sivia.. bisa dipanggil Via” jawab via sambil tersenyum manis.
“Oh! aku Joya. salam kenal yah” kata JOya.
“Iyaaa”
***
Anak2 TMJ cowok udah nyampe di Asrama.
“Ini asrama kalian.. kalian 1 kamar” kata Sion, membuka kamar paling pojok. Leon menaikkan satu alisnya.
“ga salah?? di TMJ aja satu orang 1!” protes Leon, yang niatnya bukan menjelek2an, cuma kaget aja.
“Woi mas! please! jangan mulai deh!! ini tuh beda!! ini di ICIL! beda dong sama TMJ! lo ngehargain dikit napa sih?! kalo kalian bukan anak TMJ, gue udah tonjok tuh muka!!” Sion naik pitam, memang begitu Sion. 1 hal yang membuatnya terganggu, atau merasa terhina, dia langsung emosi. tapi, sekarang ia berusaha sabar. karna yang ada di hadapannya ini anak2 TMJ. kalau anak biasa, udah berantem daritadi.
“Eh, Sion! nyantai kali! mungkin Leon cuma kaget.. nyantai bro!” lerai Asror, memegang bahu sion.
“Awas lo!” ancam Sion, menunjukkan tinjunya. lalu pergi.
Glen dan Double D hanya bengong. melihat anak IC ada yang kasar juga. padahal, kalo di TMJ, yang suka kasar itu Asror, tapi tadi dia malah sok ngelerai gitu.
“Ih, sensi amat tu orang” komen Leon.
“Iya.. udah ah. aku gak mau cari ribut sama anak2 IC.. kita kesini kan bertukar pelajaar. kita juga harus tetep mengharumkan nama TMJ dan juga menghargai IC” kata Glen wise. double D manggut2 setuju. begitu pun Asror.
“Ok lah. udah yuk, masuk. capek” ajak Leon, yang lain cuma mengangguk.
***
Sivia mengantar nabila dan Joya juga ke kamarnya. palin pojok pula.
“Nih, kamar kalian” kata Sivia membukakan pintunya. nabila dan Joya melompat ke kasurnya langsung. sifat childish nya keluar deh.
“makasih ya via, udah nganter” kata nabila.
“oke. gak papa. kalo ada apa2 aku ada di kamar sebelah ya!” kata sivia, menutup pintu. huuft. enaknya jadi cewek gini nih. ga menimbulkan kontroversi. yah, untuk sementara ini memang adem2 aja (untuk anak cowok kayaknya enggak..) tapi.. apakaha akan betahan lama?
***
TOK TOK. kamar sivia diketuk. yang membukanya, Oik.
“Siapa?” tanya Oik sambil mengerutkan dahinya.
“Aku Joya, dia nabila! eemm.. ada sivia?” Joya memperkenalkan diri. Oik melihat kedalam.
“kak sivianya tidur! emang ada apa?” tanya Oik.
“Toilet dimana ya?? aku kebelet..” desah Nabila, kayaknya uda kebeleeeet banget.
“aku anter ya. oh ya, sebelumnya…. nama aku Oik, salam kenal ya” oik pun langsung mengantar nabila dan Joya ke toilet.
***
Patton, irsyad dan cakka sampai di asrama. sebelumnya mereka mampir bentar ke toilet soalnya cakka kebelet pispi. mereka pun melihat kumpulan anak2 TMJ lagi geje2an di taman. mereka pun memutuskan menemui mereka.
“pattoooon!” panggil asror dari kejauhan, melihat patton. patton langsung memasang wajah jutek.
“Napa?” kata Patton. Cakka dan Icad cuma mengangkat bahu.
“Cuma nyapa kok! oh ya, mau nawar2 nih.. aku mau nunjukkin kemampuan aku.. mau ga?” tawar asror. patton, Cakka dan irsyad melipat tangannya.
“Oh ya?” kata Icad.
“asror hebat loh” kata leon.
“Mmm. boleh! cak, nanti lo juga tunjukkin ya!” kata patton. cakka bingung.
“Tunjukkin apa? jangan ngarang” kata Cakka.
“kan lo juga bisa sulap” kata Irsyad.
“Masih amatirr.. udahlah.. ga usah. oke bro, coba liat kemampuan lo!” kata cakka. asror tersenyum, dan menunjukkan kebolehannya. Cakka, Patton dan Irsyad melihatnya takjub.
(to be continued)

lanjut nya nanti yaaah 🙂
sankyu!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s