new: part 1

aa. cerita baru. fanfiction nya aku kesampingkan dulu ya.
oik adalah seorang gadis, yg cukup malang. ya, ia belum pernah merasakan masa remajanya dengan baik. temannya, hanya anak perempuan saja. ia gak pernah bertemu anak2 cowok. sampe2, saudara nya bilang, ‘oik ga pernah ngerasain cinta!’. awalnya, oik gak peduli. tapi, lama2 ia menyadari hal itu. sudah dari sd kelas 3, oik bersekolah di girls school. sampai smp. sejak mamanya bercerai, mamanya melarang oik dekat2 dgn cowok. jangan kesana, jgn kesini. harus ada yg nemenin. oik kan kesel! apalagi mamanya selalu ngawasin oik lewat bodyguard khusus yg gak terlihat, dan ada dimana2. oik gak bebas. tahun ini, oik akan masuk sma. dan betapa beruntungnya oik, saat mendengar mamanya membolehkan oik bersekolah di sekolah umum. oik sangat girang dan berterima kasih pada mmanya. walau dibebaskan, mamanya selalu menyuruh mata2 untuk mengawasi gerak gerik oik, yah.. tanpa oik sadari.
jam 5 pagi oik sudah mandi. ia sangat bersemangat hari ini. hari pertamanya di sekolah biasa.
“ma! oik pergi yah!” teriak oik dari ruang tamu saat jam menunjukkan jam 6 lewat 5 menit. mamanya yg lagi sibuk di dpur hanya bisa mengatakan ‘hati2, good luck ya!’. oik mengangguk dan melesat keluar. oh ya, tak lupa ia pamit pada adik tercintanya, bastian.
“bast, kk pergi dulu ya!” pamit oik. bastian yg lagi asyik sarapan hanya bisa mengatakan ‘iwya’ dgn mulut penuh. oik tersenyum tipis.
dijalan, oik terlalu santai. sekolah sudah mau masuk. mana, ini hari pertama mos kan? oik berlari sekencang2nya. dan, gerbang sudah di tutup.
“wah wah, non telat,” kata pak satpam pada oik. oik mencoba mengatur napas.
“hh.. hh.. iya.. boleh masuk gk pak?” tanya oik, berharap bisa masuk.
“maaf neng, kata den gabriel, kalo ada anak baru telat, biarin dulu aja di luar” jawab pak satpam jujur. oik melihat sekitarnya.
“wah, saya sendiri dong pak?” oik mulai was-was akan dihukum sendirian.
“kamu gak sendiri kok, aku juga telat.” tiba2, ada seorang cowok berdiri di samping oik. wajahnya tampan, kulitnya putih, badannya tinggi dan tegap. tapi.. ia dingin sekali.
“oh.. ya udah..” oik hanya bisa menjawab dgn suara pelan. cowok itu kelihatan jutek sih!
sudah 15 menit oik dan anak cwok itu menunggu pintu gerbang dibukakan. oik memegangi lututnya yg pegal, begitu pun cowok itu. cowok itu pun melirik oik sebentar. oik menyadarinya dan balas melirik. cowok itu kaget dan langsung memalingkan mukanya.
bersambung..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s