new: part 3

“well, kalian beruntung. hukumannya gak berat. cuma ngepel toilet lantai 1 aja kok!” hukuman akhirnya ditetapkan.
“udah.. buruan sana!” kata riko, yg sedari tadi bersama gabriel.
“ayo akh!” ajak cakka pada oik. oik mengangguk, dan mengikuti cakka. cakka sepertinya sudah mengenal sekolah ini. gabriel mengikuti mereka dari belakang.
“cakka, oik. nih pelnya. kalau udah selesai, gabung aja ma yg laen. kalian 1 kelompok, di kelompok bintang” pesan gabriel. oik mengangguk, tapi cakka tidak. ia tampak tak peduli.
“denger gak sih lo, cak?” tanya gabriel pelan.
“iya denger! aku punya kuping!” jawab cakka kasar.
“ck. udah ya. ik, be careful” gabriel berbalik dan menyuruh oik berhati hati. cakka mendecak,
“be careful, be careful.. emang aku singa apa?! tenang aja ik, aku gak bakal gigit kamu kok” lagi dan lagi. oik merasakan hal yg berbeda. ia menatap cakka lamaaa. ‘knp ya aku ini? bgitu deg2annya kalau cakka berbicara padaku.. eggh.. knp ya?’ oik berkata dalam hati. cakka menatap oik juga, lalu berkata,
“ngeliatin terus! ada apa sih?” tanya cakka. oik buru2 memalingkan muka, dan mulai mengepel.
“enggak kok! gak papa..” oik begitu malu.
“oh. gak papa. kalau mau ngeliatin, gak papa kok. aku emg ganteng!” kayaknya, mereka mulai cair. cakka mulai keluar penyakit narsisnya. oik terkikik.
“knp ketawa?” tanya cakka sambil garuk2 kepala.
“hhi, gak kok. kamu narsis bgt”
“narsis itu perlu! haha. daripada memfitnah diri sendiri! hahaha”
mereka pun mengerjakan hukuman dgn bercanda, dan tak terasa sudah selesai. karen capek, oik duduk di kursi panjang dekat toilet, diikuti cakka. oik duduk dan meluruskan kakinya.
“capek ya? aku juga..” kata cakka, yg mulai duduk disebelah cakka. oik menggeser tempat duduknya. cakka heran, ‘jaga jarak nih? knp sih? santai aja kali. emg aku macan?’ batin cakka. cakka sangat heran. sedari tadi, oik jaga jarak terus dgn cakka. tiap cakka mendekati oik, oik pasti menjauh. oik sendiri harus berhati hati. ia merasakan mata2 mama ada di sekolah ini. kalau ketahuan terlalu dekat dgn cowok, bisa mati oik! oik berusaha agar cakka mengerti. tapi.. sepertinya cakka belum mengerti. untuk kembali cair, oik membuka pembicaraan.
“cak, kayaknya kamu kenal bgt sekolah ini”
“oh ya? iya. sekolahnya kkk sih”
“oh.. hehe”
“kamu dgr kan, k gabriel nyebut2 nama ‘elang’. itu nama kk ku. sialan, k gabriel bilang aku blagu! aku tau, kk lebih hebat dan lebih teladan dari aku!” oik kaget. kok cakka jadi emosi?
bersambung..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s