new: part 5

oik menggeleng. “makasih, tpi aku nolak” oik menolak. cakka angkat bicara, “siapapun lah. kalian jgn bisanya nunjuk orang”. kata2 cakka dalem, hingga menggerakkan hati seseorang untk mnjadi wakil ketua. “aku. aku mau” kata seorang cowok yg bernama debo. semua melihat debo. “ok. ngg.. kamu..” cakka belum mengenal debo. “debo” kata debo sambil tersenyum. akhirnya, cakka memutuskan untuk mengadakan acara pengenalan ulang. setelah itu, para ketua disuruh berkumpul. tugas mereka skrg adalah membuat tata tertib kelompok bserta ciri khasnya. “oke temen2, peraturanny mau apa aja? ini harus dipatuhi ya” cakka memulai diskusi. debo siap dgn kertas dan pulpennya. usul pertama, keluar dari obiet. “dilarang mengobrol saat sdg pemberian materi”. debo mulai menulis, karena tdk ada yg protes. usul kedua.. sampai usul ke20 pun keluar dari mulut obiet, dan semuanya diam. gk ada yg protes. “20 peraturan udah fix ya. hukumannya?” cakka melihat ke arah obiet. ia mengharapkan obiet mengeluarkan usul. nyatanya tidak, obiet hanya mengedikkan bahu. salah satu dari mereka berbicara. ia abner, “aku mau usul hukuman, boleh ya?” tanya ny. debo dan cakka mengangguk. dan, betapa kagetnya mereka mendengar usulan abner. hukuman yg benar-benar sadis! “eh mbak, emg kita apaan?! hukuman ngeri kayak gitu!” protes cahya. olin, teman abner angkat bicara, “wajar. ayahnya tentara. ibunya polwan. kakanya tukang bully.” celetuk olin. abner manggut2. kasihan memang, hidup dilingkungan yg keras. tapi, itu sudah dianggap biasa oleh abner. semua jadi begidik ngeri. “udahlah, yg klasik aja. misal, push up sama bending 20x” usul patton. yg lain setuju. debo menulis lagi. dan taraa! selesai. salah satu panitia, menghampiri kelompok bintang. “gimana? udah selesai?” tanya dayat sambil tersenyum manis. “udah kak!” kata klmpk bintang serentak. “ya udah, tunggu intruksi selanjutnya ya” kata dayat, lgsung pergi. setelah itu, dilanjutkan materi oleh para mentor. dan, mereka pulang jam 1 siang. oik bersyukur pulang cepat. ia ingin sekali meng-updae blognya ttg hari pertama ia bersekolah di skul biasa. oik pun dijemput mamanya, sekalian menjemput bastian di sekolahnya. tanpa perlu menunggu lama, oik memasuki mobilnya. mamanya tersenyum, “gimana sayang, sekolahnya?” tanya mamanya. oik mengguk senang, “cukup buruk! tapi oik seneng kok ma!”. mamanya menghela napas, “tapi mama gk suka saat kamu dihukum bareng cowok itu!” kata mamanya pada oik.
bersambung..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s