new: part 15

*maap lagi sakit saya ny jadi rada balelol nih nge postnya, doakan saya sembuh ya*
tapi.. ternyata ada ayahnya sedang ‘mengobrak – abrik’ kamar cakka. lantas cakka buru2 masuk kamarnya. “heh ayah! ayah ngapain di kamar cakka?!” tanya cakka di ambang pintu. “ah diam kamu!” ayahnya tidak memberi tahu alasannya. cakka kesal, dan menghentikan apa yg ayahnya lakukan. “pasti ayah mau cari liontin mama kan?! haha, percuma yah!! cakka udah simpen di tempat yg aman! yg jelas ayah gk akan tau” kata cakka. ayahnya menatap cakka tajam. “dimana, liontin nya?!” tnya ayahnya paksa. ia mencengkram bahu cakka. cakka menatap ayahnya juga tajam, matanya menyipit. “gak-akan-cakka-kasih-tau!!” kata cakka keras. “dimana cakka?!” ayahnya juga tambah keras mengeluarkan suara. “ayah!” datang elang melepas cengkraman tangan ayahnya di bahu cakka. “udah yah, udah. cukup. cakka enggak bakal ngerelain barang terakhir mama yah!” elang membela cakka. cakka terdiam di belakang elang. ayahnya pergi begitu aja. dan terdengar suara mobil dinyalakan. ayahnya pergi lagi. cakka bernapas sangat lega, dan duduk di tepi ranjang. elang ikut duduk. “jaga liontin mama itu ya cak. mas juga gak rela itu diambil ayah” kata elang. “iya iya ah. udah sana keluar! gue mau tidur!” cakka mendorong2 elang keluar kamarnya. cakka menjatuhkan tubuhnya di kasur dan teringat mamanya. sekilas info.. mamanya cakka udah meninggal pas melahirkan cakka. tapi.. cakka tau mamanya itu lewat foto dan video2. sejak saat itu, ayahnya cakka sebal dgn cakka karena ia punya pendapat bahwa karena cakka-lah istrinya bisa meninggal. maka dari itu si ayah lebih sayang elang dari pada cakka. dan orang2 selalu saja membanggakan elang. cakka seperti invisible. makanya, cakka lebih nyaman ‘hidup’ dgn teman2nya.
*
oik terbangun. ia melihat jam. jam 6. oik turun ke bawah, dan melihat mama dan bastian sedang makan malam. “ik, makan dulu sayang” kata mamanya. “ga ah, oik ga laper ma” kata oik sambil duduk di kursi. ia melihat bastian, dan di sebelahnya ada anak cewek yg sepantaran dengannya. “eh ada ourel.. hai rel” sapa oik saat melihat ourel. “hai kak oik!” balas ourel sambil tersenyum. “main rel?” tanya oik. “iya nih ka, bast ngajak maen. mama ngijinin, tante juga ngijinin kok!” jawab ourel. oik menatap mamanya, “bener ma, ourel boleh maen lama disini? kan udah jam 6” kata oik ga percaya. mamany mengangguk. ‘ha.. enak ya jadi ourel.. huuft..’ batin oik dalam hati.
bersambung..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s