new: part 24

agni ikut berbaring. “iya! hampir aja aku masuk GS! mama aku sebel aku terlalu cowok. tapi apa? pas sleksi aku ga lulus! yah, aku terlalu cowok. para guru di sana nyerah ngurus aku. haha, padahal itu baru sleksi” kata agni bangga. “lu sih, terlalu liar! haha” kata gita. oik menguap, “tidur yuk.. ngantuk!” kata oik, menarik selimutnya. “hoaam.. iya sama ik, ngantuk!” kata agni yg mulai mencari posisi tidur yg enak. “eh, besok kita jenguk cahya ya” ajak gita. “ok” kata rahmi, oik dan agni bersamaan.
*
kita liat anak2 nekat ini. patton menunjukkan arah yg ia lihat di peta. masuk hutan. “ih edan, masuk hutan gini? gamau!” kata debo. “de, yakin deh kita ga bakal kesasar!” kata irsyad. “kan ada senter, ada patton pula, dia pinter baca peta dan tau arah angin” tambah cakka disertakan anggukan kepala patton. “yaa, aku sih bukannya takut. cuma takut ga bisa balik!” debo mengeluarkan kegelisahannya. “tenang aja ih, icad bawa hape” kata patton menangkan. mereka tenang sejenak. mereka mulai masuk ke dalam hutan.

“mau begadang bast?” tanya ourel yg sudah mengantuk. “pengennya sih gitu, tapi.. ngantuk euy” kata bast sambil mencoba berbaring. om riyo sih, ga usah ditanya. udah tidur nyenyaaak + ngorok. berisik. “huah! ga bisa tidur! si om genit ngorok nya dahsyat!” keluh bast. ourel tampak aneh, bast bertanya, “knp kamu rel?”. “em..em.. aku.. kebeleeet!” kata ourel panik. “ya udah, bast anterin nyari toilet yuk” kata bast berdiri. ourel mengangguk. mereka keluar tenda. “mau nyari kemana?” tanya ourel. “ga tau. ke hutan aja yuk” ajak bast. ourel menolak, “gamau! ourel takut..”. bast memegang tangan ourel, “bast juga takut! tapi.. ayolah. bast juga pengen pispi soalnya! jgn takut deh. bast bwa senter sama kalung bawang” kata bast menenangkan. “kalung bwang? buat apa?” tanya ourel. bast nyengir, “buat ngusir hantu, hehe. apalagi yg namanya dra-ku-la. hiiy” jwb bast. mereka pun masuk hutan.
*
ICPD masih menyusuri hutan yg ga terlalu lebat. pohon2nya juga ga rapet2. alat penerangan mereka cuma senter. patton memimpin di depan. “ton, masih jauh?” tanya cakka. “mmm.. masih. bnyk jalan yg menjebak. makanya kita harus pelan2” jwb patton, matanya serius membaca peta. saat mereka berjalan.. “waaa!!” debo dan irsyad berteriak. cakka dan patton melihat ke belakang, “dd en icad ilang!” kata cakka panik. “kita ga ilang! kita ada di bwah sini!” terdengar suara icad. cakka dan patton melihat sebuah lubang.
bersambung..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s