new: part 25

cakka dan patton melongo ke dalam lubang tersebut. di dalamnya, ada debo dan icad! mereka terkena jebakan entah siapa yg buat. mana gerimis, gelap dan masuk lubang pula. mana lubangnya penuh tanah dan lumpur. “kalian baik2 aja?” seru patton dari atas. “kita ga papa! bantu naik dong!” respon debo. cakka mengoprek tasnya dan mengeluarkan tali. tali itu cakka julurkan ke dalam lubang. “oke, de, cad, kalian naik ya! gue ma patton nahan kalian!” kata cakka. “oke!” seru debo dan icad dari bawah. patton dan cakka menahan tali. icad memanjat duluan. karena gerimis, permukaan tanah jadi licin. cakka hampir tergelincir. “aduh, tahan dulu cad! gue mau jatoh!” kata cakka. icad melepas talinya, tidak jadi memanjat. patton juga melepas tali. “aw, gila licin” keluh patton. cakka melihat sekelilingnya. “ah, gue tau. iket aja talinya di pohon!” cakka menemukan ide briliant. cakka mengikat tali di pohon, dan menyuruh icad memanjat. icad berhasil keluar. kini giliran debo. debo juga sukses keluar dari lubang. “ah, untung ga ada yg luka!” kata patton. “ada, kaki gue lecet!” kata icad. “ya udah, lecet doang kok. bisa lanjut kan?” kata patton. icad mengangguk. “ok guys. kayaknya kita udah ngelewatin area A. menurut jurnal kakek gue, area A emang ada jebakan. banyak malah. so, kita harus hati2 ya!” kata patton memberi intruksi. mereka pun melanjutkan perjalanan.

“kita dimana bast?” tanya ourel. ia ketakutan. “ga tau. ih, gada toilet ya skitar sini?” jwb bastian sambil berusaha liat jalan. lalu, bast mendengar langkah kaki. buru2 bast menarik ourel dan sembunyi di balik pohon. “sst.. ada org lewat..” kata bast menaruh telunjuknya di ujung bibir. ourel mengangguk pelan. bast melihat orang yg lewat itu. ternyata adalah ICPD! loh, OB bisa ketemu gini ya sama ICPD? takdir kali. dan wajah yg sangat bast kenal adalah cakka. “rel, rel! itu kan kakak2 yg deket2 ma ka oik waktu itu kan?” kata bast. ourel menyipitkan matanya, berusaha melihat wajah2 4 manusia di tengah gerimis. “eh, iya bener bast! kita ikutin mereka yuk. siapa tau aja kaka2 itu baik!” kata ourel. bast mengangguk. bast mencoba melangkah ke dekat ICPD. tapi.. krak! bast nginjek ranting pohon. bast terdiam, bersama ourel.
patton yg mendengar suara ranting diinjak pun ikut diam. ia menyinari senter ke segala arah. “ada apa ton?” tanya icad. “kayak ada orang! tpi.. ah. lupain” jwb patton kembali melanjutkan perjalanan.
bersambung..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s