new: part 26

oik terbangun. dilihat jam tangannya, pukul 11.55 malam. entah kenapa perasaan oik ga enak. “loh.. kok jadi keinget bast.? cakka juga? hah? loh? ah! tau ah!” gumam oik kembali tidur. tapi enggak bisa. tiba2 ia keingat terus sama bast en cakka. oik mengacak-acak rambutnya. oik pun menarik napas, mengeluarkannya perlahan. “oik, tidur. besok ada senam! kalo kurang tidur, bisa ga konek entar pas senam. iya, oik ti..dur..” oik berkata pada dirinya sendiri, dan lama kelamaan oik tidur..

OB bernapas lega. ourel mengelus2 dadanya. “ayo rel, kita ikutin mereka, sblum ktinggalan jauh” kata bast. oik menurut. mereka membuntuti ICPD. dari tadi, cakka udah merasakan aura OB. tapi, yah. biarkan lah. nanti juga bakal ketahuan.
beuh, yang namanya OB emang amatiran buntutin orang. selalu menginjak apa2 yg menimbulkan suara. ICPD berhenti. “kalian ngerasa dibuntutin ga?” tanya debo. “iyep, daritadi malah” jwb cakka. “feeling gue sih gitu” jwb patton. icad cuma diam. dia merasa ga ada apa2. debo pun menyusun rencana. “eh, gue punya ide. biar yg ngikutin kita keluar, pas kita lg jalan, kita tiba2 balik ke blkng sambil bilang, ‘wa!’ jgn lupa juga, senter2 kita menyorot ke org itu ya!” debo berbisik. ICP mengerti. dan mulai menjalankan rencana. ICPD mulai berjalan. tanda2 OB udah kerasa. 1, 2, 3.. “WAA!” kaget ICPD. “kyaaaa!!” ourel dan bast berpelukan. mereka kaget dan ketakutan. cakka mendekatinya, “aduuuh.. anak kecil!” kata cakka sdikit tertawa. “euleuh, kumaha ieu teh? budak alit? beuuu” debo ga habis pikir. patton mendekati OB. “hey. jgn takut! kalian siapa?” tanya patton ramah. “lesson number 1, dont talk to the stranger!” kata icad. “ya gapapa kali cad, budak alit ieu.” kata debo. ia memegang pundak bastian. “kalian tersesat?” kata debo seramaaah mungkin. cakka dan icad seakan mau muntah debo berkata seperti itu, sok keibuan. bast menatap patton, lalu debo. “k..kita.. nyari toilet kak” kta bast. patton menahan tawa. “toilet? ga ada! ini di tengah hutan dek. kalo mau, di semak2” saran cakka. bast menatap cakka ga suka. “ourel gimana? dia cewek. masa mau pispi di semak2?” tanya bast, berharap bukan cakka yg menjwabny. patton berpikir. “ya gak papa! asal kita ga ngintip” kata patton melirik debo. debo yg merasa di lirik melotot galak. “apa lo liat2 gue??!” kata debo galak. “enggak, hhe! udah sana, kakak tungguin deh” kata patton berbaik hati. bast duluan pispi. mata ourel icad tutup.
bersambung..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s