new: part 32

wah ga kerasa udah part 30an lagi ya *mataberbinarbinar* lanjut atuh shel! he euh he euh. oyah.. gw akan jarang ol nih plen, gw jadi pembokat nih skrg! *pembantu udah ga kerja lg* have a nice day yaaa bagi yg bernasib seperti gw. . gomenasai!
bastian merebut teropong yg dipake ourel, “mana liat?!” bast meneropong.. “wah? mana kak oik yah?!” bast ikut kaget. “oik disana..” kata om riyo sambil meneropong ke arah ICPDORAG. “mana?? wah! iya! kak oik ngapain sama 4 cowok itu?!” bast panik. “tenang, serahkan saja sama om..” om riyo mulai membuka tasnya. mengeluarkan sesuatu. “khukhu” gumamnya.

“btw, kalian di sini ngapain?” tanya gita, saat ICPDORAG memutuskan untuk duduk2 di bwah pohon. itung2.. untuk mencairkan suasana dan mengakrabkan diri. “pengen! kalian sendiri?” debo balik nanya. “pengen juga! habis disini tempatnya enak..” jwb rahmi. “ehmbuat pacaran..” celetuk irsyad sambil berdehem. semua mata tertuju pada cakka-oik yg duduk sebelahan tapi jauhan (ngerti ga?) “apa?” tanya cakka. oik makin menggeser tempat duduknya. asalnya 3m dari cakka, jadi 8m (wah? jauh bgt..) “enggak! hhe” kata semuanya. oik-cakka cuma bisa diam. “enaknya.. ngapai ya disini?” tanya patton. “hide and seek yu!” ajak agni. “iih agni! rame juga” kata debo. “ikuuut!!” kata oik, gita, rahmi. “ayo dong, cowo ga boleh kalah..” kata debo menatap icad dan patton. “gw ikut!” kata icad. “me too” jwb patton. lalu IPD melihat ke arah cakka. “iya gw ikut,” jwb cakka akhirnya. “yay!!” teriak IPD kayak anak kecil.

mereka melakukan gambreng. dan yg jaga adalah.. oik! “yaaah.. yauda deh! aku hitung ya!” oik mulai menghitung. ia menghadap pohon. matanya di tutup pake sapu tangannya patton. “1, 2, 3 .. 10.. 20..” oik menghitung. semua mencari tempat bersembunyi. (tunggu2, ini kan di padang rumput? yaudah ceritanya padang rumputnya itu dikelilingin hutan!)

“hm.. ah! sasaran ketemu!” kata bast saat menemukan cakka bersembunyi di semak2. “kita awasi dia!” kata bast lagi. om riyo ke tempat persembunyian cakka. dia juga jadi ikutan nyumput deh, cuma di lokasi lain.
“.. 98.. 99.. 100!” oik selesai menghitung. oik melihat sekitarnya, sepi. oik pun mulai mencari. ia melihat ke atas pohon. ada rahmi disana! “waah! rahmi ketahuan! 25!” kata oik. “yaa, aku kira oik ga bakalan kpikiran aku nyumput d sini..” sesal rahmi, turun dari pohon. “yauda, aku cari yg lain dulu ya!” kata oik, meninggalkan rahmi.
cakka bersembunyi di semak2, lalu berkata, “fuh.. ktahuan gak ya?”
bersambung..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s