10 Days in Korea: Awal mulanya…..

Ke Korea Gak Segampang Membalikkan Telapak Tangan.
Bagaimana rasanya kesampean dateng ke Negara impian? Rasanya kaya udah kayak diajak ke surge aja hahaha lebay. Well, itu yang aku rasakan waktu Ssaem, guru bahasa korea aku secretly bilang, “shel, lu mau gak ke Korea”. Tanpa babibu, aku setengah teriak (karena kalo teriak beneran, bakal dikira kenapa-napa), terus nanya lagi, “Serius saem?!!!” habisnya aku kira aku gak bakal ke Korea, atau aku bakal ke korea berapa taun lagi pas udah kaya, atau pas udah punya suami dan aku maksa maharnya harus bawa aku ke Korea (sampe segitunya lho!). Tapi ternyata aku bakal ke Korea di usia yang masih sangat muda ini! (kelas 3 SMA….).
Oke, kembali ke topik. Ke koreanya bukan untuk jalan-jalan. Tapi buat memperkenalkan Angklung ke Negara itu. Bisa dibilang, kita akan menjajah korea dengan angklung fufufufu! Yah, bolehlah, karena 3 tahun kebelakang korea telah menjajahku dengan kpop (sampe sekarang sih heheh) tapi, kita juga bisa menjajah mereka dengan budaya kita!
Waktu itu, banyak yang belum tahu rencana ini. Saem juga nyuruh jangan kasih tau siapa-siapa dulu. Yah, you know, rencana ini takutnya gagal. Karena ini acaranya bener-bener nekat!
Waktu itu, yang brainstorming masih aku, ssaem dan Reyhan. Apa nama acaranya, bikin proposal, anggaran dana, bikin surat-surat, bikin logo, apa aja yang dibutuhin lalalalala yang teknis teknis seperti itulah! Hingga waktu itu, dihitung-hitung, kita butuh uang 70 juta.
Glek. 70juta dan Mei kita akan berangkat!
“Gimana caranya dapet uang segitu?!”
Dan….mulailah perjuangan berat kita buat ke korea ini. Dari latihan angklung (yang super duper berat, soalnya anak muthahhhari kemampuan angklungnya masih kayak anak SD-___-), sampe ngumpulin sponsor (ada yang pelit, ada yang php, ada yang beneran ngasih secara ikhlas :’) makasih sponsor!!), ngumpulin dokumen-dokumen untuk ngurus Visa (I HATE VISA!!!), dan sampe bingung jadi ikut apa engga karena soal izin orang tua (waktu itu kan korea lagi isu perang, dan ayah aku ga ngizinin) dan akhirnya bisa juga dapet izin, uang dapet sekitar 40 juta (sisanya kita yang nembokin T___T), dan lagu yang akan kita bawakan lancar juga dan kita siap buat berangkat! 😀
Take Off!
Setelah perjuangan-perjuangan diatas, kita siap untuk pergi ke Korea. Dari sekolah, kita naik travel ke Bandara International Soekarno-Hatta selama beberapa jam (serius, itu cape banget). Nyampe sama turun-turunin barang, nunggu…. (kita take off jam 23.20 dan kita udah di bandara itu jam 17.00, bayangin selama apa kita nunggu?) yang paling lama itu waktu nimbang barang buat masuk ke bagasi. Kita 12 orang, tapi barangnya segaban-gaban. Ada 1 bawaan pake tas item, itu SUPER DUPER BERAT. Gila ya?
Udah uring-uringan, akhirnya kita masuk juga. Ada pemeriksaan pake scanner gitu kan, dengan mulus aku jalan dan gak ada bunyi ‘piiip!’. Sedangkan temen temen yang lain banyak yang bunyi ‘pip’ dan mereka harus buka sepatu hahahaha J lucky me J
Habis itu, kita ada di ruang tunggu. Malem-malem, nunggu pesawat itu melelahkan. Dan aku berkali-kali bulak balik ke kamar mandi buat buang air kecil-_-. Pesawat siap, para petugas pun akhirnya mempersilahkan kita memasuki pesawat. Aku menahan napas. This is it. Kita udah sampe sini. No turning back! Gak nyangka, aku benar-benar meninggalkan Indonesia dan pergi ke korea! So excited!!!
No Exited At All.
Aku lupa, aku bener bener lupa kalau aku ini orangnya mabok perjalanan. Apalagi udara. JADIIII, waktu masih menginjak daratan aku senengnya bukan main, sekarang, pas udah di pesawat, aku mengutuk diriku sendiri, dan pesawat ini juga tentunya. MUAL! Isi perutku rasanya mau keluar semua. Mereka memberi kita makan malam. Enak, tapi karena aku sedang mual, makanan enak itu terasa sangat iyuuuuuh (hmm-__-). Dan bayangkan, aku harus tahan dengan keadaan seperti ini (duduk, dengan selimut dan bantal yang sama sekali gak membantu, AC yang super dingin, dan mual yang berkepanjangan) selama 6 jam! Mati aku! Aku gak pernah naik pesawat selama ini. Gimana orang yang harus pergi ke Amerika? Belasan jam, dan itu juga harus transit. Thank god, naik garuda kita gak usah transit.
Gak ada kerjaan di pesawaat selain nonton dan dengerin lagu (itu fasilitas garuda), makan, tidur, dan aku menahan pipis selama di pesawat. Kenapa aku gak ke kamar mandi? Pertama, susah keluar karena disebelahku ada ule. Kedua, aku malas jalan dalam keadaan pusing karena mual, ketiga, dimana letak kamar mandinya? Aku gak tau, dan berkali-kali kita harus pake sabuk pengaman karena cuaca diluar lagi gak bagus. Yah, I’m stuck in my seat for next six hour.
Advertisements
Posted in UncategorizedTagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s