10 Days in Korea: Busan

Dynamic Busan
Kita udah sampe di kota kedua terbesar di Korea, Busan. Busan punya tagline, aku sampe hapal ‘Dynamic Busan’. Kalau Jeonju dingin, di Busan panas! Baru sampe di luar aja udah panas banget. Kita bertemu temennya Saem, pak Yang. Dia Cuma bawa 2 mobil. Jadinya, kita harus berdesakan dengan barang kita di mobil. Tak apalah, yang penting dapet tumpangan. Oh iya! T-Money bisa dipakai disini loh untuk naik bus kota! Dan bus kota di busan lebih eskstrim ketimbang yang di Seoul!
Busan hampir sama penampakannya kayak Seoul. Yang aku bingung, kok banyak banget Toko yang bertuliskan ‘Yak’ di pinggir jalan? Kayaknya sesuatu yang khas dari Busan. Aku Tanya Saem apa arti ‘Yak’ itu. Ternyata obat. Hm, banyak toko obat ya di Busan?
Hm, aku tak begitu ingat selama di Busan. Yang aku ingat, tempat tinggal kita di sebuah sekolah. Namanya Asian Community Sechool. Sekolahnya lumayan besar. Tapi ternyata muridnya sedikit. Kita akan menggunakan ruang kelas yang gak terpakai disana. Cewek menggunakan kelas Peru, cowok menggunakan kelas Jepang.
Sesi terberat emang di Busan. Disini kita benar-benar sibuk! Manggung kesana kemari, di depan banyak orang. Dalam hati, kalau saja ini di bayar. Yah, anggap saja bayarannya makan gratis dan tempat tinggal gratis.
Angklung VS Gangnam Style
Karena kita bakal menginvasi Asian Community School dengan angklung, mereka juga akan menginvasi kita dengan KPOP. 3 dari mereka (ganteng ganteng loh!) bakal mengajari kita trend kpop terkini (udah basi sih sebenernya) Dance Gangnam Style. Dan cape, Cuma menyenangkan! Begitu sulit mengingat uruta gerakannya. Yang aku benar-benar hapal Cuma bagian reff. Haha tapi asyik, soalnya yang ngajar Ganteng! Mirip Dongwoon B2ST^^. Setelah diulang, diulang, diulang dan diulang, akhirnya kita bisa juga (walau gak serapi mereka). Dia bilang,
“Mereka cepet sekali menyerap gerakan kita”
Aku mengatakan dalam hati, Ya iyalah cepet menyerap, kan diajarin kamu~ *gombal mode*. Setelah itu, kita istirahat, dan siap-siap tampil depan mereka. Setelah tampil (kebanyakan anak kecil ternyata) kita mengajari mereka main angklung. Mengajari mereka lebih sulit dari anak SMA kemarin…
Hiking dan Sepatu Kamar Mandi
Entah hari ke berapa, Pak Yang dan teman-temannya mengajak kami naik ke gunung! Awalnya aku bingung kemana kita pergi, tapi lama lama jalan semakin nanjak. Ternyata kita ke trek hiking (untungnya trek ini bisa dilalui mobil) dan kita berhenti. Whoa! Ternyata kita diajak untuk melihat pemandangan kota Busan~ setelah puas, kita naik lagi… dan kita turun. Kali ini kita ke salah satu tempat peninggalan (dan harus jalan).
Aku bener-bener gak tau kalau kita bakal hiking jadi aku pakai sepatu karet ku yang bermerek terkenal itu. Yah, aneh aja kan hiking pake sepatu itu. Dan sebel sekaligus lucu, temannya Pak Yang itu bilang sepatuku kayak sepatu kamar mandi! Ya ampun paaak, ini sepatu trend banget di Indo paaak -__-. Yah maklum sih ya, orang korea sepatunya bagus bagus dan bersih mulus. Setelah puas melihat pemandangan di Busan… akhirnya kita pulang~

note: Actually, theres a LOOOOT of story, but I can remember well the story. The story is tooo much and its scrambled in my head. So! for more info and stories, you can visit here.
Thankyou^^

Love, asyila.
Advertisements
Posted in UncategorizedTagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s