[FF] Fxxxing Blind Date

Fxxxing Blind Date

Cast: Anezaki Mamori / Hiruma Youichi

Genre: Romance (haha)

Rate: T (for Hiruma curse~)

Length: Oneshot

Disclaimer: I dont own EYESHIELD21~ No plagiarism!

A/N: Wohooooow kembali lagi dengan FF anime! Sebenarnya buat ini udah lama tapi mau di post sekarang~ siapa yang ngeship HiruMamo disini? *tingting*

Warning: Hiruma’s poutty mouth (sorry for curses, blame Hiruma!)

 


Seperti biasa, siang yang ribut di lapangan SMA Deimon. Siapa lagi kalau bukan suara bazooka dari Hiruma. Deimon Devil Bats berlatih di tengah siang yang cukup panas ini. Sena dan Monta tengah berlatih 40yard dash, sedangkan para Line sedang berlatih dengan dummy. Latihan kali ini cukup serius, karena mereka akan melawan Seibu.

“Hey fxxxing shrimp and monkey! Kenapa kalian berhenti, hah?!” Hiruma mengarahkan bazooka-nya ke depan Monta dan Sena yang terduduk di lapangan.

“H—HIYY! A—anu, Hiruma… kami… kelelahan,” jawab Sena terbata. Monta mengangguk,

“Haus max! Lihat matahari diatas sana… terik max!”

Hiruma menoleh, melihat para Line juga mulai berjatuhan. Tch.

“OI FXXXING MANAGER!” teriak Hiruma. Tapi hening. Tidak ada respon, mata Hiruma mengarah ke arah bench yang biasanya Mamori duduk sambil merekam, atau mengatur strategi, dan yang paling penting, menyerahkan botol minuman untuk para pemain.

“Yak! Dimana Manager sialan itu, hah?!”

Sena dan Monta bertatapan, “Lho, tumben. Aku juga tidak menyadarinya…”

“Oi, Gendut! Dimana manager sialan itu?!” Hiruma kini berteriak pada Kurita.

“Mamori-chan? Ah, tidak tahu…”

Hiruma geram, ia pun langsung menembakkan bazooka-nya ke atas dan membuat Sena dan Monta lari ketakutan.

*

Mamori sendiri sedang ada di kelas, berbincang dengan Ako juga Sara. Bukan lari dari tanggung jawab, tapi ia rasa ia tidak dibutuhkan di lapangan.

“Hey, Mamori, apa kau siap untuk nanti malam?” tanya Sara.

Mamori tersenyum, “Haha, tentu saja! Kau tahu, aku agak lelah melihat kekerasan dalam football, jadi menurutku malam ini akan menyenangkan.”

Sara mengangguk cepat, “Aku bisa pastikan! Orang ini cukup baik, tough. Cukup cocok denganmu.”

“Semoga saja.”

Ako tiba-tiba begidik, lalu mendesis, “Ma—mamori, ada Hiruma!”

Mata Mamori menoleh ke pintu kelas, dimana disana ada Hiruma, dengan seragam footballnya, mengunyah permen karet. Ia mengarah ke arah dimana Mamori duduk.

“Menikmati acara mengobrolmu, Mamori nee-chan?” ucap Hiruma. Mamori langsung berdiri,

“Iya. Apa yang kau lakukan disini, hah?”

“Kabur dari pekerjaan, ya? Apa itu yang namanya manager, hah?”

“Dengar ya, Hiruma-kun. Lagipula ini kan waktunya istirahat, bukan untuk latihan! Lagipula, aku sudah taruh botol minuman di bench, kalian tidak membutuhkanku.”

Hiruma melipat tangannya, “Oke, kali ini kumaafkan. Sekarang mana laporan Video pertandingan Seibu kemarin?” tagih Hiruma. Mamori hampir saja lupa! Ia terlalu excited tentang rencana blind date dengan seseorang yang sudah Sara siapkan.

“Bisakah aku memberikannya padamu besok malam?”

Hiruma menaikkan satu alisnya, “…and the fucking reason is?”

“Aku ada acara nanti malam. Maaf, Hiruma-kun. Ini acara yang cukup penting!”

Bel pun berbunyi, tanda istirahat sudah selesai. Karena ini bukan kelas Mamori, Mamori langsung kelar bersama Ako. Hiruma ingin marah, dan matanya kini menatap Sara.

“Heh, kau!”

Sara menatap malas Hiruma, “Ada apa?”

“Kau teman si manager sialan itu, kan? Memang ada acara sialan apa dia?”

Sara menghela napas, “You know… blind date? Well, Mamori need this. Lagipula, Yamato Haruya itu orangnya lumanyan baik.”

Senyum Hiruma terkembang, Yamato Haruya ya? Kekekekekekekeke!

*

Mamori tersenyum di depan cermin. Penampilannya kini sudah sempurna, dia sudah siap untuk pergi ke kencan buta-nya di sebuah Cafe di Shibuya. Mamori menaiki subway menuju Shibuya yang memakan waktu 10 menit, masuk ke cafe, dan yang ia lakukan hanya tinggal menunggu.

Oke, Yamato Haruya terlambat sepertinya, gumam Mamori sambil melihat jam yang sudah menunjukkan jam 7.25. Mereka berjanji bertemu jam 7 tepat.

Drrt! Ponsel Mamori bergetar. Ia kira dari Yamato Haruya yang akan mengabarinya, tapi bukan. Malah Hiruma yang meneleponnya! Dengan malas, Mamori mengangkat teleponnya.

“Apa?”

“Hei, dimana kau fucking manager? Kau harus ke clubhouse untuk menganalisis fucking Seibu!”

Mamori menghela napas. Hiruma memang jenius football, tapi apa perkataannya tadi siang tidak cukup jelas? “I’m in the middle of blind date, moron! Kau lupa?”

Hiruma terkekeh di sebrang sana, “Oh really?”

“Yes! I mean, no…well, he will come…soon.” Mamori tidak begitu yakin.

“Trust me, fucking manager… that fucking man, he’ll never come.”

Mamori kesal mendengarnya, “Oh yeah? Try me!”

Lagi-lagi terdengar kekehan dari Hiruma, “Yeah, yeah. Sure. Just enjoy your fucking blind date, mamori nee-chan.” Pip. Hiruma langsung mematikan teleponnya. Mamori meremas rok-nya kesal. Errrghh! Tahu apa kau, Hiruma?! I’m pretty sure he will come. Yes. He will come.

Satu jam dan sosok yang Mamori tunggu tidak kunjung datang. Mamori menggigit bibirnya, mungkin terjadi seuatu… macet, atau…

Drrrt. Satu pesan masuk. Mamori tidak mengenal dari siapa pesan tersebut. Isinya,

Selamat malam, Anezaki Mamori. Ini aku, Yamato. Aku tahu kita akan blind date hari ini tapi… aku membatalkannya. Aku tidak akan datang. Lagipula, aku menyesal mengadakan blind date ini. Kau jelek! Aku benci rambutmu, kulitmu dan aku tidak suka cewek penggila cream puffs. Intinya, I hate you. –Yamato Haruya-

Mamori meremas ponselnya. Air matanya hampir keluar. Ia benar-benar marah. Orang itu mengejek fisiknya! Dan apa salahnya kalau dia menyukai cream puffs?! Mamori geram, ia pun buru-buru keluar dari cafe. Dalam hati kecilnya, ia mengakui… bahwa perktaan Hiruma benar.

*

Lampu di DDB Clubhouse masih menyala, tanda masih ada tanda kehidupan disana. Di dalam, Hiruma sibuk menatap setiap video pertandingan Seibu. Tangannya sibuk mengetik, menganalisis. Sangat sepi, yang terdengar hanya suara ketikan dan suara bubble gum yang berkali-kali meletus. Tapi, keheningan itu tidak berlangsung lama.

Hiruma menoleh saat melihat pintu clubhouse terbuka, Mamori masuk dengan wajah kesal. Ia menaruh tasnya di atas meja, lalu mulai marah-marah. Hiruma diam, mendengarkan.

“…dan ia bilang rambut dan kulitku jelek! Dasar mulut kasar!”

“Tch, fucking manager, are you done? You’re annoying.”

Mamori menarik napasnya, lalu mengeluarkannya lagi. Kini ia duduk, di sebrang Hiruma. “Hm. Yeah. I’m done. Sorry.”

“I dont need your damn-sorry, but I need your damn-analisys!” Hiruma menyerahkan 3 video tape ke hadapan Mamori. Tanpa banyak bicara, Mamori mengerjakan pekerjaanya.

Jadilah, dimalam yang sunyi ini, dua orang sedang sibuk menganalisis, berdiskusi, dihiasi dengan percekcokan—tapi tidak apa-apa, itu sudah biasa bagi mereka dan kadang, tawa. Hiruma kini menatap the one and only manager-nya yang tampak serius dengan pekerjaannya. Yah, dengan begini kan Mamori kembali ke sisinya—sebagai manager. Lagipula, siapa suruh mengikuti blind date?

“What are you looking at?” gadis itu menyadari bahwa ia diperhatikan.

“Nope. Just work, fucking manager.”

“Can you stop call me like that? I have a name!”

“What? Mamori nee-chan? Kekekeke!”

Mamori hanya menggeleng, dan meneruskan pekerjaanya. Entah kenapa, di saat suasana hatinya yang buruk, ia memutuskan untuk datang kesini. Rasanya lebih baik disini, berdiskusi dan brain storming dengan Hiruma. Yah, aneh sih. Sosok Hiruma yang menyebalkan itu kini bisa membuatnya melupakan kejadian blind date bodoh itu.

“Hei, Hiruma-kun.”

“Hn?”

“Kau tidak ada hubungannya dengan blind date ku hari ini kan?”

“Apa maksudmu, hah?”

“Hm, kau bukan yang membuat Yamato Haruya tidak datang, kan?”

“Tch, like I fucking care.”

“Good.”

Saat gadis itu kembali ke pekerjaannya, Hiruma tertawa dalam hati. YA-HA! Tentu saja itu aku, manajer sialan! Tidak ada yang bisa mengambil manager DDB dariku! Kekekeke!

 


 

 

again, i’m sorry for hiruma’s words -____-

By the way… do you like it? Should I post it in Fanfiction.net? hehehe

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s