[FF] 다시… 사랑합니다 (Love Again) – Prologue

다시… 사랑합니다 (Love Again)

Cast: Suho | Eunji | Chaerin (OC) | Apink and EXO

G/R: Romance/Teen

Disclaimer: I wish I can have Suho and make Eunji as my unnie. Ehe. Dont own anything except plot and story. If there’s any similarities, that is pure coincident.

A/N: I brought to you the Prologue of Love Again. Hope u enjoy (Its gonna be long, so bear with me) 🙂

PROLOGUE


Ia membenarkan dasi hitamnya sekali lagi. Ia tidak mau terlihat berantakkan hari ini. Harus sempurna, batinnya. Setelah merasa siap, ia menghembuskan napas dalam-dalam. Alright, Suho. You can do it. You do this all the time. Just… chillax, okay? Ia berbicara pada dirinya sendiri.

“Dad? Are you done yet?” sebuah suara mengagetkan Suho, yang sedang mematut dirinya di cermin. Ujung mata Suho menatap seorang gadis kecil dengan rambut sebahu, baju serba hitam menatapnya tidak sabar. His little angel.

“Uh? Yes, honey. I’m done.”

“Mom tidak suka menunggu lama~!” ia memekik, melangkahkan kakinya lalu menarik tangan besar Ayahnya dengan tangan mungilnya. Suho terkekeh geli,

“Slow down, Chaerin..”

“Aku tidak sabar untuk bertemu Mom!” ia memekik. Tangan kecilnya masih menarik Suho ke ruang tengah, lalu mengambil sebuket bunga yang cukup besar.

“I’m on it!” kata Chaerin, anaknya, sambil mengangkat buket bunga itu.

“Are you sure? Biar Dad saja yang…”

“No, dad! Just come on!” Chaerin mengeluh tidak sabar. Suho tersenyum tipis,

“Alright, alright.”

Mereka selalu seperti ini setiap 3 bulan sekali. Membeli bunga, berpakaian super rapi, untuk menemui ibunya. Chaerin selalu menunggu-nunggu hal ini, makanya ia tidak sabar karena ayahnya yang super lelet. Kini mereka sedang ada di perjalanan. Cuaca agak mendung hari ini, tapi itu tidak menghalangi mereka.

Suho melirik Chaerin yang duduk di bangku sebelahnya, memeluk sebuket bunga sambil bersenandung. Suho lega, anak itu moodnya baik. Selalu baik, actually.

“Dad?”

“Yes?”

“No. Just checking.” Chaerin tersenyum tipis. Suho tertawa. Anak umur 4 tahunnya ini memang selalu begitu. Sama seperti ibunya, selalu memanggil tapi akhirnya akan bilang, “No, just checking.”. Ia menghembuskan napas, Oh, dear, I miss you so much…

Setelah 23 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di tujuan. Suho menggenggam erat tangan Chaerin, melewati padang rumput hijau, dengan beberapa pohon yang kini daunnya sebagian gugur. Setelah beberapa menit berjalan, mereka berhenti di tempat tujuan mereka.

“Mommy!” Chaerin berseru, melompat ke sebuah gundukan tanah dengan rumput hijau yang melapisinya. Daun-daun yang gugur menutupi sebagian gundukan itu. Dengan semangat, Chaerin membersihkan dedaunan itu, dibantu Suho.

“Hi, dear. It’s me again.” Suho mulai berjongkok, lalu menaruh sebuket bunga itu di depan sebuah batu silver berukuran sedang. Chaerin ikut berjongkok di samping ayahnya.

“Mom, are we late? Jika ia, itu adalah totally kesalahan Dad.” Omel Chaerin dengan suara cemprengnya. Suho terkekeh,

“I’m sorry, dear. Aku kewalahan memansang dasi ini, kau tahu? Biasanya kau yang… oh, baiklah, aku minta maaf.” Suho mengelus rerumputan itu lembut. Chaerin menempelkan telinganya disana. Suho bingung, apa yang dilakukan malaikat kecilnya itu?

“Dont worry, dad! Mom bilang Dad dimaafkan.”

Chaerin begitu polos, itu yang Suho suka dari anaknya. Ia juga anak yang kuat. Ia sama sekali tidak berkomentar saat tahu ia tidak punya Mom lagi. Chaerin anak yang ceria, juga talkactive, sama seperti ibunya, pikir Suho.

Setelah berbincang—dan kebanyakan Chaerin yang bercerita tentang kesehariannya—mereka pun berdoa, lalu memutuskan untuk pulang.

Saat mereka pulang, langit semakin gelap. Padahal, ini masih jam 1 siang. Karena mendung, Suho cenderung mengantuk. No, Suho. Jangan mengantuk perhatikan jal—oh shit! Suho mendadak menginjak rem, Chaerin memekik kaget.

Suho melebarkan matanya. Seorang wanita dengan gaun pengantin tiba-tiba melintas dan hampir saja ditabraknya! Suho merasakan tangannya berkeringat dingin. Wanita itu terjatuh tepat di depan mobil Suho, bangkit, dan kembali berlari.

Suho menatap kepergian wanita itu. Wanita gila! Menyebrang seenaknya! Dan apa-apaan gaun itu?! Dia pikir ini Halloween?!

“D—dad… are you okay…?” Chaerin mengeluarkan suara. Suho menoleh,

“Dasar wanita gi—ah, Chaerin, tidak apa-apa…” Suho kembali menginjak gas.

“Siapa tadi itu, Dad?”

“Aku tidak tahu, honey. Beruntung Dad tidak menabraknya…”

“Aneh, ia memakai kostum putri! Apa ia seorang putri, Dad?”

Suho tertawa, “Bukan, sayang. Itu bukan kostum putri. Itu gaun pernikahan.”

Chaerin mengangguk mengerti, “Oh… tapi tetap saja seperti seorang putri! Dad, aku mau satu!”

“Chaerin, ingat. Bulan lalu ayah sudah membelikanmu satu gaun snow white, kau ingat?”

Chaerin menghela napas, “Alright, dad. Aku ingat.”

Suho tersenyum, lalu mengacak rambut Charein.

“Dad! Stop it!”

“Haha, you’re cute, Honey…”

“I know. Hahaha~”

Tak lama setelah itu, hujan pun turun. Suho memelankan kendaraannya. Jangan sampai ia menabrak orang. Tunggu, bukan aku yang menabrak tapi wanita itu yang menyebrang seenaknya. Oke, fokus. Lagipula, wanita itu kenapa, ya?

Entah kenapa, walau tidak peduli, tapi Suho benar-benar penasaran dengan wanita bergaun pengantin tadi. Apakah ia kabur dari pernikahannya sendiri? Pffft, Suho menahan tawanya. Itu hanya ada dalam drama.

Ya. Itu hanya ada di dalam drama.


Wanita juga pikir begitu. Ia pikir, pernikahan impiannya itu akan berjalan sangat mulus seperti apa yang ia harapkan, tapi… nyatanya tidak. Kini ia berada di jalanan, berlari dengan gaun pengantinnya. Ia menjadi pusat perhatian, tentu saja. Wanita macam apa yang berlari seperti orang gila di tengah kota Seoul? Ia pasti dikira sakit jiwa! Tapi wanita itu tidak peduli.

“Ya! Jeong Eunji! Wait a minute!” Seorang dengan gaun pesta warna putih mengejarnya. Ia tertatih karena sepatu scarpin hitamnya tidak bisa diajak berlari. Wanita yang dipanggil, alias Jeong Eunji, alias wanita yang kini berlari dengan gaun pengantin seakan tidak peduli.

Yang ia tahu, ia harus terus berlari. Mencari calon suaminya. Mencari kekasihnya itu. Mencari mempelai pria yang hilang entah kemana. Yang ia tahu, sang mempelai pria tiba-tiba lari dari pernikahannya yang suci itu. Tidak bisa! Kau harus kembali, dan lakukan pernikahan-sialan ini! Batin Eunji.

Matanya melebar saat melihat siluet pria dengan jas putih yang sedang berlari. Itu dia! Eunji mulai menyebrang jalan dan tidak sadar ada sebuah sedan hitam melintas. Ia tidak bisa berpikir apa-apa lagi selain diam di tempat.

Ckit!                                                                                  

Mobil itu mengerem, menyenggol sedikit gaunnya yang super mengembang itu, dan membuatnya jatuh. Mobil itu mengelakson panjang, dan Eunji tidak ada waktu untuk meminta maaf. Akhirnya, Eunji berlari sekuat tenaga.

Setelah lama berlari, Eunji kehilangan sosoknya. Hujan mulai mengguyur. Kaki Eunji terasa nyeri, tapi tidak sebandng dengan sakit hatinya. Ia benar-benar hancur. Air matanya kini turun seiring dengan hujan. Make up-nya rusak, begitu juga gaun indahnya yang kini menjadi kotor dan robek karena di bawa berlari.

Hancur sudah. Pernikahannya hancur. Eunji menangis hebat di tengah hujan yang lebat itu. Ia tidak menyangka, pernikahan—moment dimana orang akan mengikat janji setia, dan hampir semua orang menginginkan itu—hancur, bahkan sebelum itu dimulai.

Eunji meremas gaunnya, lalu berteriak sekuat tenaga. Tidak peduli pandangan orang yang lewat. Setelah itu, ia merasa ada yang merengkuhnya. Si pemakai gaun pesta tadi.

“Oh, dear… oh, dear, Eunji… stop crying… please? Jangan seperti ini…” ia merengkuh Eunji, membiarkan gaunnya juga basah karena hujan. Eunji balas memeluk sahabat satu-satunya itu.

“…brengsek… laki-laki brengsek… Son Naeun, na eottokhae? Nae eomma eottokhae? Eottokhae?” Eunji menangis dalam pelukannya. Naeun hanya memeluknya, sambil menenangkan sahabatnya yang sedang menangis hebat itu. Mereka benar-benar tidak tahu apa yang harus mereka lakukan sekarang.

Jika sudah begini, mau bagaimana lagi?

To be continued


I DONT KNOW WITH THE PROLOGUE IM SO SORRY AHAHAHA I KNOW ITS SADDDD :((

Maaf dengan karakter yang mati disini. Sooooo sorry. Please look forward to it 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s