[FF] 다시… 사랑합니다 (Love Again) – Chapter 05

since I have nothing to do with my life what is totally a lie I decided to post this poor fanfict hehe. Double updates!

 

CHAPTER 05


 

Kosong.

Sudah 2 jam, dan Eunji tidak menghasilkan hasil tulisan apapun. God-damn-writersblock… just go away from me!! Pekik Eunji dalam hati. Ia menyandarkan tubuhnya di sofa, lalu merasakan seseorang naik dalam pangkuannya.

Chaerin.

“Eonni, what are you doing?” katanya. Eunji mengerjap, lalu tersenyum.

“Eonni sedang… sedang menulis sesuatu, Chaerin-ah.”

Chaerin menaikkan alisnya, “Menulis? Eonni menulis seperti apa yang aku kerjakan?”

Eunji teringat, saat pulang dari sekolahnya ia menyuruh Chaerin untuk mengerjakan tugas dari gurunya. Menulis huruf alfabet juga angka 1 sampai 9.

“No, Chaerin-ah… Eonni menulis sebuah cerita.”

“Cerita? Seperti dongeng?” tanyanya lagi.

“Mmm, anggap saja seperti itu.”

Chaerin cemberut, “Kenapa semua orang suka menulis, sih? Kai dan Sehun umma juga begitu… dad juga begitu, eonni juga!”

Eunji merasa miris mendengar curhatan dari gadis kecil itu. Melirik laptopnya yang belum ia ketik satu katapun, ia pun menutup laptopnya dan menghadap Chaerin.

“Chaerin-ah, let’s play! Eonni tidak menulis hari ini.”

Mata Chaerin membulat, “Benarkah?!”

Eunji mengangguk kecil, “Yaaay! Eonni! Ayo main denganSally!” tangan kecil Chaerin menarik tangan Eunji, lalu menunjukkan boneka berparas cantik dengan gaun berwarna ungu. Sally.

Yeah… mungkin dengan ini aku jadi bisa menemukan inspirasi…

Ding, dong.

Bel apartemen Suho berbunyi. Eunji tiba-tiba merasa tegang… dan takut. Ini masih jam 2 siang, Suho tidak mungkin pulang jam segini. Artinya, itu tamu Suho. Dan… ia tidak pernah bertemu dengan tamu-tamu Suho.

Eunji membuka pintu apartemen, dan melihat dua orang pemuda dengan keresek di tangannya. Mereka tampak terkejut.

“Kau… siapa?”

 


Eunji mengerjap sebentar, lalu membungkuk.

“A—annyeong haseyo! Eunji imnida!”

Dua orang di depannya saling menatap, lalu pemuda dengan kulit gelap bertanya,

“Are you… hyung’s girlfriend?”

Eunji menaikkan alisnya dan blushing, WHAT?! Dan pemuda ini bilang apa? ‘hyung’? apa ini adik dari Suho? “W—what? N—no!”

“Kai umma! Sehun umma!” dari belakang Eunji, Chaerin muncul dan memeluk dua pemuda di depannya. Mereka bertiga terlihat akrab… dan Eunji jadi merasa asing disitu.

“Apa itu kue? Kue untukku?!” pekik Chaerin saat melihat keresek yang dipegang pemuda dengan kulit gelap.

“Yes, sweety. Uhm, lebih baik kalau kita masuk dulu?” ucapnya sambil menatap Eunji. Eunji tersadar dari lamuannya, lalu membuka pintu lebar-lebar. “Si—sialahkan masuk!”

 

Eunji memainkan jarinya saat berhadapan dua pemuda di depannya… yang menatapnya. Menatapnya seakan ingin membakarnya. Eunji melirik pada Chaerin yang asyik memakan kue cokelatnya sambil menonton TV.

“So… tadi kau bilang kau siapa?” tanya seorang dengan berambut pirang.

“J…Jeong Eunji. Chaerin’s baby-sitter.”

Mereka saling bertukar pandang, lalu tertawa. Eunji menaikkan alisnya, bingung. Apa yang salah dari kata-kataku?

“Oh god… ternyata hyung memanggil baby-sitter, ya? Oh, by the way… I’m Kai. And… this crazy-blond-man is Sehun.” Kai memperkenalkan dirinya, juga Sehun. Eunji menjabat tangan mereka berdua.

Setelah berbincang, Eunji jadi tahu bahwa kedua pemuda ini adalah adik kelas Suho yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri. Mereka lah yang selama ini menjaga Chaerin. Oh… jadi ini yang Chaerin sebut-sebut ‘Spare Mom’.

“…and look at this house! So clean! Do you clean all this stuff?” ucap Sehun sambil menatap ke sekitarnya, seperti melihat sesuatu yang sangat menakjubkan.

“Yeah…”

“Daebak~! Setelah dua tahun, akhirnya tempat ini bisa dibilang ‘rumah’.” Komentar Kai, yang mendapat anggukan setuju dari Sehun.

Tiba-tiba rasa penasaran Eunji mulai keluar. Ia ingin bertanya pada Suho langung… tapi ia tidak mau menyakitinya.

“Apakah seburuk itu?” ucap Eunji takut-takut. Kai menaikkan alisnya,

“Apa yang buruk?”

“S—Suho… setelah kematian istrinya…” Eunji menggigit lidahnya, damn, Eunji. Kau terlihat mencampuri privasi orang lain…

Kai menghela napas, “Yeah. Beberapa hari setelah kematian istrinya… ia benar-benar sangat berantakkan. Minum setiap malam… menghabiskan waktunya dengan bekerja… dan sempat menelantarkan Chaerin. Kakak isrtinya, Kris, sempat menjaga Chaerin, begitu juga kami. Apartement ini… juga seperti kapal pecah. Jika kau lihat kamarnya, ia membiarkan semua barang dari istrinya tetap disitu.”

Kamar. Selama ia bekerja disini, ia tidak pernah menyentuh kamar Suho. Walaupun tidak ada larangan langung dari Suho, Eunji merasa tidak berhak. Ia kini melirik foto yang digantung di ruang tengah. Foto istirnya. Pantas saja…

“Uhm… he must be love his wife so much.”

“Sangat.” Sehun menghela napas, “Ah~ suasana jadi gloomy seperti ini sih! Hahah! Tapi… glad you here, Eunji-sshi. Uh, or should we called you Eunji nuna?”

Eunji menyemburkan tawa, begitu juga Sehun dan Kai. Saat mereka tertawa, ia mendengar teriakkan Chaerin yang membuat mereka bertiga panik.

“Chaerin-ah, what happened?!”

Chaerin melipat tangannya, “You guys so loud! I can’t watch my favorite Barbie here!” ucapnya, dan mereka kembali menyemburkan tawa.

 


Sigh. Suho menekan pelipisnya, saat sudah menyelesaikan pekerjaanya. Jam menunjukkan jam 8 lebih 15 menit dan Suho bersyukur atas itu. Saatnya pulang… batinnya.

Ia berjalan menuju basement, mengeluarkan kunci dan masuk ke dalam mobil sedannya. Malam ini cukup tenang, jalanan juga tidak terlalu macet. Drrt. Ponselnya bergetar. Ia melihat siapa peneleponnya, Sehun. Suho tersenyum lalu menjawabnya,

“Yes, Sehun-ah?”

“Hyung!” sautan dari Sehun terdengar sangat ceria, “Guess what?”

“What?”

“Aku dan Kai habis dari apartementmu.”

Froze. Suho merasa lehernya tercekat. So they found out already… “So?”

“You dont tell us you hire baby-sitter!”

Suho mengendus, “Untuk apa?”

“Yeah, sebenarnya ini menyakiti kita berdua karena kau sudah move on dari kita berdua… huhuhuhu~” Sehun pura-pura menangis, yang membuat Suho tertawa,

“Yah, kalian kan yang memutuskan untuk keluar dari pekerjaan ini?”

“Yeah, yeah, hyung. Wow, kau memilih orang yang tepat, hyung. Dia sangat baik, cekatan, dan sangat care. Ehm, and pretty too.”

Mendengar Sehun memuji Eunji, ia merasa bangga dan juga… gatal saat mendengar Sehun memujinya cantik. “Ya, ya, ya! Jangan coba-coba…”

Sehun tertawa terbahak dari sana, “I’m just kidding, hyung! But she’s fine alright. Oh ya, aku tinggalkan kue cokelat di kulkas… dan kau harus cepat pulang ke rumah Hyung, dan cicipi masakan Eunji nuna.”

Kruuyuk~ tepat sekali. Suho menaikkan alisnya, She’s cooking? “Oh, begitu? Thanks for the cake and the visit.”

“Yow! Ah, I miss Chaerin dan Eunji-nuna already. I’m hunging up, hyung! See you again!” pip. Sehun memutuskan hubungan. Kruyuuuk~ perut Suho berbunyi lagi. Sehun benar, aku harus cepat pulang.

 


Suho sampai di apartementnya, dan saat mendapati apartemennya sunyi senyap. Chaerin pasti sudah tidur, batinnya sambil membuka mantel. Badannya berhenti saat mencium bau makanan dari arah dapur. Tepat seperti dugaannya, itu Eunji dengan masakannya.

Gadis itu asyik mengaduk sesuatu di atas kompor, sambil bersenandung. Suho menahan senyumnya, ia bahkan tidak tahu jika aku sudah pulang.

“Ekm.” Suho berdehem, yang membuat gadis itu melompat kaget, lalu menoleh. Saat melihat Suho berdiri disana, Eunji buru-buru membungkuk. Wajahnya terlihat panik.

“S—selamat malam, Suho-sshi!” katanya agak terbata. “Sejak kapan anda disitu?” tanya Eunji sambil mengusap tengkuknya.

“Uhm… 5 menit? Kau ini harus bisa waspada, Ms. Jeong. Kalau ada pencuri masuk, kau mungkin tidak menyadarinya.”

Suho bisa melihat wajah Eunji yang memerah, dan memainkan jarinya. “M—maaf…” gumamnya. Suho mendekat, lalu melihat apa yang dimasak Eunji.

“Hmm~ you’re cooking?”

Eunji mengerjap, lalu buru-buru mengangguk, “Mm! Maaf, tapi tadi adik kelas anda.. Kai dan Sehun meminta makan so… aku membuat Ramyun… yeah, di sini Cuma ada ramyun saja jadi…”

Suho menahan tawanya. Gadis ini lucu sekali. Ia begitu gugup, seperti ketahuan habis mencuri kue dari dapur.

“By the way… I’m hungry…”

Tiba-tiba wajah Eunji terlihat excited, “Kau mau makan masakanku?! Uh, maksudku… anu… oke! Aku siapkan! Tunggu 5 menit, Suho-sshi!”

 

Suho kini menatap satu mangkuk Ramyun dengan kimchi dan nasi, yang sudah di siapkan oleh Eunji. Saat mengambil sumpitnya, Suho menatap gadis itu yang hanya berdiri sambil menatapnya.

“Er.. kau tidak makan, Eunji-ssi?”

Eunji menggeleng, “N—nope. Silahkan makan, Suho-sshi.”

Suho pun menyesap kuahnya lalu melebarkan matanya. This is so good! Suho hendak mengatakan masakannya enak, tapi gadis itu sudah tidak terlihat di depannya lagi. Dimana gadis itu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s