[FF] 다시… 사랑합니다 (Love Again) – Chapter 07

One more chapter. Bonus buat kalian! WKWKW

 

CHAPTER 07


 

Hari minggu, hari dimana Eunji menghabiskan waktu dengan sahabatnya, Naeun. Seperti biasa, penyakit shopaholic-nya belum sembuh. Hari ini, dia menghabiskan banyak uangnya di Zara karena sedang ada diskon, 50%-off. All item. Dan yang Eunji lakukan hanya diam dan menelan ludah. Gosh, I want that jacket! Pekik Eunji saat wanita-wanita yang gila belanja sedang menyerbu toko Zara. Setelah 1 jam, akhirnya Naeun keluar dengan 3 shopbag.

Glad it’s over.

“Here.”

Eunji menaikkan alisnya saat Naeun menyerahkan satu shopbag nya padanya.

“Huh? Kau menyuruhku membawakannya untukmu?”

Naeun terkekeh, “No, silly! This is for you!”

Eunji melihat ke dalam, dan oh my, a dress. “A dress? What for, Naeun-ah?”

“That’s my treat, since it’s discount. And… aku mendapat gaji tambahan dari boss-ku, hehehe.”

Eunji tersenyum. Ya ampun, bagaimana bisa Eunji hidup tanpa Naeun. “Tapi… god, Naeun. Ini dress, aku tidak akan memakainya—“

“Ssssh.” Naeun menutup mulut Eunji, “You will. Kau tidak tahu apa yang terjadi kedepan, kan?”

Seakan tidak ada pilihan, akhirnya Eunji mengucapkan terima kasih. Mereka pun memutuskan untuk makan siang, lalu pulang.

 


Suho kini berada di jalan menuju apartemen Chanyeol, di daerah Gwangju. Hari ini, Chanyeol mengajak seluruh teman-temannya untuk datang ke apartemennya. Ia merayakan karena baru saja ia naik pangkat di kantornya, menjadi kepala Departemen. Wow, Suho sendiri tidak percaya si happy virus itu bisa bekerja, bahkan naik pangkat.

Ia bersyukur, karena ia menitipkan Chaerin kepada istri Chanyeol, yang kini mereka sedang trip ke Villa milik Baekhyun. So, tonight it’s guys night.

Seperti permintaan Chanyeol, Suho membawa keresek belanjaan dengan 10 botol soju di dalamnya, juga beberapa snack. Ia mengetuk pintu apartemen Chanyeol, dan muncul Baekhyun dari dalam sana.

“Ow! Suho! You came!” katanya sambil tersenyum.

“Of course I came.”

“But you late, as always.” Baekhyun terkekeh. Suho mengedikkan bahunya, “So, kau tidak membiarkan aku masuk?”

Baekhyun membuka lebar pintunya, dan menyruh ayah satu anak ini masuk. Di dalam musik keras dari radio terdengar, di meja ruang tengah sudah ada beberapa kaleng soda dan makanan kecil. Dan… Ia melihat Chanyeol dengan kaos dan jeans melambai ke arahnya.

“Junmyeon! Over here~!” katanya. Suho menaruh belanjaannya di atas meja, lalu duduk di sebelah Chanyeol yang sudah memegang satu botol soju di tangannya.

“Do you call my real name, Chanyeol-ah?”

Chanyeol terkekeh, “What? I think your name is cute.”

“Suho!”

Suho berbalik saat mendengar sebuah suara dari arah balkon. Suho tersenyum lalu memberinya pelukan kecil.

“Jongdae! Kapan pulang dari China?”

Jongdae mengulas senyum, “Tadi pagi. God, and I heard this little brat got the promoted..”

Chanyeol tersenyum, lalu menaikkan gelasnya.

“Suho, bagaimana kabarmu? Bagaimana Chaerin?” tanya Jongdae langsung, sambil membuka kaleng soda dari meja.

“Fine, as always. Yours?”

“Ah! Mirae juga baik. And… dia akan dapat adik baru.” Bisik Jongdae yang membuat Suho menatap tidak percaya.

“Waaakh! Congratz, you devil! Hahaha, I’m happy for you, Jongdae.”

Jongdae melihat sekitar, lalu menatap Suho lagi, “I heard you close with some… woman.”

Suho mencibir, Geez… baekhyun dan chanyeol really… “It’s nothing, Jongdae-ya. I just hire a baby-sitter.”

“Baby-sitter!” Jongdae memekik, “God, Junmyeon. Seriously?”

Suho menatap temannya ini aneh. Apa yang salah dengan baby-sitter? Kenapa semua orang seakan mengatakan bahwa tindakannya ini salah?

“What’s wrong with that, huh?”

“You know… I think I will heard… ekhm, new…mom.” Jongdae melihat ke arah lain.

“Guys! Really, kalian tidak ada topik lain selain ‘new mom’ saat bertemu padaku?”

“Because you need it.”

Mereka berdua dikagetkan dengan sosok tinggi, dengan rambut pirang. Kris.

“Kris! You here!” Jongdae menepuk lengan Kris. Kris terkekeh,

“Jongdae, i want talk to Suho, can you leave us alone?”

“Sure. I’ll be around Baek and Yeol, okay?” Jongdae menepuk pundak Suho dan Kris. Kini mata Suho menatap Kris, penasaran. Kris menatap sekitar, “Let’s talk outside.” Ajaknya. Suho pun hanya mengangguk.

 


Buff! Eunji hampir saja menyemprotkan Caramel Latte dari mulutnya. Ia tidak salah dengar, kan? Ia tidak salah dengar, kan?! Ulangnya tidak percaya dalam pikirannya. Naeun menyengit,

“Eww, you gross! Kenapa kau sekaget itu, Eunji?”

Eunji mencari sapu tangannya dan mengelap bibirnya, “For real? G—getting married?!”

Naeun mengangguk, “Well, dia belum melamarku secara official, sih. Tapi ia bilang ia mau menikah denganku. Gosh, Eunji! Kau akan jadi pendampingku nanti.”

Sebenarnya, Eunji senang mendengar hal itu. Siapa yang tidak senang mendengar sahabatnya sendiri akan menikah? Naeun tipe-tipe cewek yang gampang sekali bosan. Ia sering sekali berganti pacar setiap tahunnya. Tapi… Eunji lihat ia cukup serius dengan pria yang satu ini. Pria yang bernama… Taemin, kalau Eunji tidak salah.

Tapi… kata ‘menikah’ bisa menyakiti hati Eunji. Ia punya trauma sendiri tentang pernikahan. Seketika ia kembali teringat dengan masa lalunya yang pahit itu. No Eunji. Forget it!

“I’m happy for you, Naeun-ah.”

Naeun menatap wajah Eunji yang mulai berubah, lalu meraih tangannya. “Uhm… Eunji… look at me.”

Perlahan, wajah gadis itu terangkat. “Listen, sebenarnya aku ingin mengatakan ini dari lama, tapi… aku takut aku menyakitimu. Uhm, kau harus cepat mencari pengalihan, Eunji. Like… find a new boyfriend? Kau tidak bisa selamanya seperti ini—“

Naeun merasa kecewa saat Eunji menarik tangannya. “N…no.. Naeun-ah…”

“Eunji—“

“I’m… I’m just not ready. My heart hurt enough. I don’t want to hurt anymore, Naeun-ah.”

Naeun tersenyum lemah, lalu menarik lagi tangan Eunji. “It’s okay, Eunji. It’s okay… suatu hari, kau akan menemukan pangeran berkuda putihmu… dan yang jelas, dia tidak akan meninggalkanmu. Ever.”

Eunji tersenyum saat mendengar perkataan Naeun. Hatinya menjadi tenang. “Thank you, Naeun-ah. You know, I love you, right?”

Naeun terkekeh, “And you know I love you too.”

 


Suho meneguk sojunya, sambil menunggu Kris berbicara. Kini mereka ada di balkon, menatap kota Seoul yang indah pada malam hari. Angin dingin menerpa wajah mereka, tapi mereka tidak peduli.

“I visit her, today.”

Suho menyipitkan matanya saat rasa asam-pahit soju masuk ke dalam tenggorokannya, “So?”

“Kau selalu mengunjunginya tiap bulan, ya?”

Suho tersenyum kecil, “Nope. Hanya 3 bulan sekali.”

“I’m not surprise. Pantas saja bunga lily yang ada disana masih segar.”

Hening. Kris meneguk sojunya sampai habis. “And… aku mengunjungi ibuku juga.”

Suho menghela napas, “Is she alright?”

Kris terkekeh, “Dia adalah wanita terkuat. Ia masih sehat, Suho. Kau kapan-kapan harus mengunjunginya.”

Suho mengangguk pelan. Ia jadi lupa dengan ibu mertuanya yang satu itu. Ia terlalu sibuk, dan ibu mertuanya itu tinggal di Incheon. Tidak sempat pergi jauh.

“Okay.”

Kris merogoh sakunya, lalu mengeluarkan satu amplop. Amplop yang agak kumal, dan berdebu. Suho menoleh, lalu menaikkan alisnya.

“Apa itu, Kris?”

Kris menggigit lidahnya, lalu menyerahkan itu pada Suho. “Saat aku mengunjungi Mom hari ini, ia menyerahkanku ini. Ia menemukannya di laci paling bawah kamar Chorong, saat ia membereskan kamarnya. And… this is for you.”

Suho menatap ragu amplop itu. Ia jelas sekali bisa melihat ampop itu bertuliskan To: Suho, dengan tulisan yang amat ia kenal. Tulisan Chorong. Istrinya. Sambil menelan ludah, Suho menerimanya.

“Kau sudah membacanya?”

Kris terkekeh, “Sorry, tapi aku membacanya. You can kill me now.”

Suho mendorong pelan Kris, “Aish, kau berlebihan. Apa isinya?”

Kris menepuk pundak Suho, “Baca sendiri. Lalu… kabari aku jika kau sudah membacanya.”

Suho hendak mengatakan sesuatu lagi, tapi tertahan karena Chanyeol yang menatap mereka sebal,

“Suho! Kris! This is my party, okay? Jika kalian hanya diluar saja, buat apa aku mengundang kalian? Have some fun!”

Kris tersenyum, lalu masuk. Suho menghela napas, lalu menatap amplop itu sekali lagi. Chorong-ah… apakah ini… jawaban darimu?

 


Brugh!

Eunji menjatuhkan tubuhnya di kasur, lalu menutup matanya. Ia lelah. Kepalanya terasa berat. Hari ini, ia terlalu banyak memikirkan masa lalu, dan itu membuat kepalanya sakit. Tapi perkataan Naeun ada benarnya juga. Ia harus move on. Ia tidak bisa selamanya begini. Tapi bagaimana… Eunji belum merasa ada laki-laki yang ia suka. Oh, come on, Eunji. Kau malah menghindar dari laki-laki, ucap hati nurani Eunji. Tch, lagi-lagi hati nuraninya mengejeknya.

Drrrt. Ponselnya berbunyi. Matanya melebar saat tahu siapa yang meneleponnya. Dengan khawatir, ia mengangkat teleponnya.

“Minseok-ah, something happened?” nada bicara Eunji sangat khawatir. Terdengar kekehan di sebrang sana.

“Aigo, nuna! Aku datang dengan kabar baik.”

Fuh, Eunji mengeluarkan napas lega. “What is it?”

“Eomma sudah pulih. Besok pagi ia bisa pulang. Operasi pertamanya berhasil.”

Eunji merasa kebahagiaan meluap di hatinya. Dengan cepat, matanya mengabur, air mata mulai keluar dari ujung matanya. Ia menangis. Untuk kali ini, ia menangis bahagia.

“N—nuna? Nuna! Are you still there? Oh my, are you crying?”

Eunji buru-buru menghapus air matanya, “N—no, Minseok-ah. I’m happy.”

Minseok tertawa, “I’m happy too! If you not busy, come to visit us! Okay? Love you, nuna!”

Eunji mengangguk dengan senyum, “I love you too. Katakan pada eomma aku mencintainya. And! Aku akan datang kesana.”

“Okay! Bye, nuna!”

Seketika sakit kepalanya hilang, tergantikan dengan kabar baik dari adiknya di Busan. Eunji pun menutup kedua tangannya, lalu berdoa. Thanks god, kau menyembuhkan ibuku. Aku berjanji aku akan lebih keras lagi dalam bekerja. Aku berjanji… aku akan membahagiakan Mom dan Minseok.

 


Lelah.

Memang begini jika sudah berkumpul dengan teman-temannya. Kini kepalanya serasa berputar, dan ia menyalahkan Jongdae. That brat, ia memberiku banyak soju tadi. Yah, tidak sepenuhnya salah Jongdae… kalau ada orang yang mengingatkannya akan Chorong, well, he drink. A lot.

Kini Suho menjatuhkan tubuhnya yang super lelah di kasurnya. Ia bersyukur Chaerin masih ada dalam tripnya. Ia tidak bisa berkata jika Chaerin melihat ayahnya yang sedikit mabuk ini.

Merasa tidak nyaman dengan baju yang masih lengkap (ia bahkan belum melepas sepatuya!) Suho memaksakan diri untuk bangun. Dengan malas, ia membuka celana dan…

Srak.

Suho mengerjap, melihat sesuatu yang keluar dari kantung celananya.

Surat.

Surat kumal, berdebu.

Chorong.

Saat melihat surat itu, rasa sakit di kepalanya semakin menusuk. Setelah pergulatan batin, ia mengambil surat itu. Rasa penasaran Suho keluar. Dengan tangan yang bergetar, dan hati yang gugup Suho membuka surat itu.

Akibat mabuk, ia berusaha sekeras mungkin membaca kalimat pertama. Akhirnya, matanya bisa menyesuaikan dan semuanya jelas sekali. Sangat jelas.

Suho menggigit bawah bibirnya, pundaknya mulai berguncang. Tes! Satu air mata jatuh.

Suho menangis.

Menangis, sejadi-jadinya. Ia meremas surat itu, masih sambil menangis.

 

Dear the one I love, my lovely husband, Kim Junmyeon.

Hello, dear. Apa kabar? Ini hari ke-4 ku di Incheon, dan aku merasa hebat. Aku jadi teringat masa kecilku lagi. Aku menikmati lagi masakan Mom, juga kembali bermain dengan Kris. I know, kita sudah besar. Tapi, hey, aku juga merindukan masa-masa kecilku!

By the way, bagaimana Hongkong? Kris dan kau curang, tidak pernah mengajakku ke Hongkong. Lain kali, ajak aku… oke?

Uhm. Suho…

You know, I love you right? I love you, more than anything.

Uhm. Suho… I have a secret. Cuma aku dan Kris yang tahu. Aku menyimpan ini… sudah lama sekali.

Mungkin ini akan terdengar cliche, tapi… aku mengidap kanker otak.

Awalnya aku juga tidak percaya. Tapi dokter berkata begitu.

Look, mungkin saat kau membaca surat ini aku… sudah tidak ada. Aku menulis ini untuk persiapan tahu, hehehe.

Saat aku tidak ada… can you just forget me?

Oke, mungkin itu sedikit terdengar jahat… tapi… Kris bilang kau sangat mencintaiku. Aku tidak mau kau suffering karena kehilangan aku.

So, now, I want you stand up, breath… and… bersihkan semua barang-barangku dari kamar. Fotoku, bajuku, bahkan alat make-upku… bereskan.

Kalau kau mencintaiku, Junmyeon, kau akan melakukannya. Ini permintaan terakhirku. Will you do that for me?

See the world! Travel! Oh, aku tahu sekali kau ingin mengunjungi seluruh dunia, kan? Ajak Chaerin bersamamu. Oh my, I’m gonna miss her a lot.

I love you, Junmyeon. I love you, Chaerin-ah. I love you, and you know that.

Smile, Kim Junmyeon! It’s suits you 🙂

Goodbye, Junmyeon-ah. I wish I can see you again, in enternity.

Love, Mrs. Kim; Chorong

Your wife.

 

Tidak ada yang bisa Suho katakan, ia hanya menangis.

 


TEARS.

Are you crying? Pls tell me that you’re crying.

Hahaha. JK. Tell me what you think 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s