[FF] 다시… 사랑합니다 (Love Again) – Chapter 11

CHAPTER 11


 

Eunji melambai pada Chaerin yang dengan cerianya masuk ke dalam kelas. Melihat senyum Chaerin yang secerah matahari, membuatnya ikut tersenyum juga. Drrrt. Ponselnya berbunyi.

Gulp. Editor Yoon.

 

From: Editor Yoon

Where are you? Kau tidak lupa hari ini ada rapat dengan pimpinan, kan?

 

 

Eunji mengecek tanggal berapa ini. Ya ampun, sudah mau akhir bulan lagi. Tandanya, ia mulai harus menulis lagi. Dengan cepat, ia membalas pesan dari editor Yoon.

 

To: Editor Yoon

            I’m on my way~

 

Serasa sudah lama sekali Eunji tidak masuk ke kantornya ini. Menjadi penulis satu rubrik memang tidak mengharuskan ia ke kantor, kecuali jika ada rapat bulanan, evaluasi, pelatihan dan seminar. Eunji melihat jamnya, masih sempat. Tangannya membuka pintu gelas kaca bertuliskan ‘Meeting Room’. Saat ia masuk, aroma apel dari AC di ruangan itu mulai menyusup hidungnya.

“Eunji!” ia bisa mendengar suara teman satu kantornya, Bang Minah yang melambai ke arahnya. Bang Minah, ia bekerja sebagai Layouter bersama seorang pria di sebelahnya, kalau tidak salah namanya… Luhan? Ya, Luhan. Ia ingat karena wajahnya yang terlihat sangat muda di umurnya yang sudah berumur 26 tahun itu. Tidak disangka, dibalik wajah mereka yang awet muda itu, mereka begadang sepanjang malam dan berhadapan dengan laptop seharian untuk mendesain layout majalah setiap bulannya.

Eunji tersenyum dan duduk di antara Minah dan Luhan. Dari ujung meja, ia melihat Editor Yoon yang kini menatapnya.

“Syukurlah kau datang sebelum CCO datang.” Ucap Editor Yoon.

Eunji hanya meng-hehe editor Yoon, dan menatap Minah juga Luhan.

“Hey guys.”

“Lama tidak melihatmu, Eunji” ucap Luhan.

“Yeah! Kau tidak pernah mengerjakan tulisanmu di kantor, sih.” Komentar Minah sambil mengapit lengan Eunji.

“Hahaha, I’m free-soul-type you know?” Eunji, Minah dan Luhan tertawa bersama.

Swung~ pintu kaca itu pun terbuka, kali ini memunculkan sosok seorang pria tinggi, dengan rambut yang disisir ke atas, jas hitam yang disetrika rapi (begitu juga dasinya), tangannya membawa tas kantor. Seketika semua orang di ruangan berdiri, lalu membungkuk.

“Selamat pagi, Mr. Do.”

Mr. Do, begitu mereka menyebutnya.

Do Kyungsoo, CCO dari Life n’ Style Magazine di Han Group. Ia yang mengatasi semua staff di Life n’ Style. Setiap majalah yang terbit, harus melalui kata ‘Ya’ dari mulutnya dulu. Jika ia bilang ‘tidak’, majalah tidak akan terbit.

Ia tersenyum, lalu ke ujung meja paling depan.

“Yah, selamat pagi semua. Maaf aku terlambat, hm.. dua setengah menit. Silahkan duduk. Kita mulai rapatnya.”

 

Dilihat dari wajahnya yang ‘terlihat’ kalem, padahal sebenarnya ia sangat menyebalkan. Ia begitu keras dengan peraturan. Ia juga benci sekali dengan keterlambatan. Di Life n’ Style, yang boleh terlambat hanya dia. Tapi walaupun begitu, Mr. Do punya senyum yang menawan. Serius.

Do Kyungsoo berdehem, “Oke. Kali ini… aku akan mengevaluasi majalah kita bulan ini.” Mulainya. Pertama, ia memuji Yoon Bomi, atau biasa Eunji tahu Editor Yoon, karena kerja kerasnya, majalah Life n’ Style masih laku di pasaran.

“Berita baiknya, penjualan kita naik sekitar 1,5%. Well, ini peningkatan setelah mungkin, hm, 5 bulan dengan penjualan konstan. Good job.”

Yeah, yeah, yeah enough already. Eunji mengumpat. Matanya mulai mengantuk.

“Berita baik lainnya, ternyata penjualan naik karena artikel yang dibuat oleh Ms. Jeong.”

Eunji merasa semua mata sekarang menatapnya, termasuk CCO-nya itu. “Eh? A…aku?”

“Iya. Artikel simpel-mu itu membuat banyak ibu rumah tangga membelinya. Sekarang bersih-bersih jadi masalah utama ya, pada rumah tangga?”

Semua pun mengangguk sambil terkekeh.

Blush. Pipinya memerah saat satu ruangan bertepuk tangan untuknya. Tapi, ia merasa tidak terlalu bangga. Ini ide dari Suho… sebenarnya. Walaupun kontennya ia yang buat, tapi tetap saja. Sepertinya aku harus berterima kasih pada Suho nanti.

Setelah berita-berita baik lainnya, wajah Kyungsoo menjadi serius. “Apa kalian sadar ada satu orang yang tidak hadir hari ini?”

Semua saling bertatapan. Eunji sih tidak begitu tahu teman kantornya karena ia tidak sering di kantor. Editor Yoon wajahnya tiba-tiba berubah. Begitu juga yang lain. Dengan dingin, Kyungsoo berkata. “Ms. Park aku pecat, karena ia ketahuan mempunyai 3 pekerjaan di luar. Ia melanggar peraturan. Aku harap, tidak ada yang mengikuti jejak Ms. Park. Good day, ladies and gentleman.” Ia menutup rapat.

Eunji menelan ludahnya. Mati aku.

 

Ruangan mulai sepi, tinggal Eunji yang masih berbincang dengan editor Yoon. Eunji bersyukur bukan omelan yang keluar dari mulut editor Yoon, tapi pujian dan beberapa nasihat-nasihat. Saat mau keluar, langkahnya terhenti saat suara berat Mr. Do memanggilnya.

“Ms. Jeong? Bisa aku bicara berdua denganmu sebentar?”

Gulp. Kali ini Eunji hanya bisa mengumpat. Shit.

 

“Please sit down, Ms. Jeong.” Kata Kyungsoo dengan senyumnya yang menawan itu. Uhm, kalau dilihat dari dekat Mr. Do tampan juga… pikir Eunji. FYI, selama ia bekerja di Han Group, ini pertama kalinya mereka bicara berdua saja.

“Oh, Ms. Jeong, jangan tegang begitu. Apa kau tahu kenapa aku memanggilmu?”

Eunji menelan ludahnya. Apa kau akan memecatku? “N—No, sir.”

“Aku ingin menaikkan jabatanmu.” Katanya.

Naik jabatan.

Oh well.

Wait, what?!

“N—naik jabatan?!”

Kyungsoo terkekeh, “Iya, Ms. Jeong. Aku melihat tulisanmu bagus. Sayang, kau hanya bertahan di tips n’ trick. Aku ingin kau menjadi pemimpin redaksi, bagaimana?”

Pe…pemimpin redaksi?! Itu bahkan jabatan di atas Editor!

“Be…benarkah?!”

Kyungsoo mengangguk, “Aku sudah berbicara pada editor Yoon, kalau kau pantas. Setiap rapat, kau selalu memberi ide yang segar. Lagi pula, sepertinya Mr. Shin butuh bantuan jadi pemimpin redaksi.”

Eunji berpikir keras. Oke, tenang Eunji. Kalau kau terima ini, kau akan mendapat gaji yang lebih besar. Tapi, jika aku jadi pemimpin redaksi, aku akan stay di kantor… yang artinya aku harus meninggalkan pekerjaan baby sitterku. T—tapi… bagaimana Chaerin? Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan baby-sitter ini… Suho memberi gaji yang besar, setiap hari pula. Ugh… bagaimana ini?

“Ms. Jeong?”

“Uhm… sepertinya aku akan memikirkannya…”

“Very well,” Kyungsoo bangkit, “…jika kau ingin memkirkannya dulu. Jika kau menginginkan jabatan ini, kau boleh bilang langsung padaku. Well, good day, Ms. Jeong.”

Kyungsoo pun keluar ruangan, Eunji bernapas lega.


 

Jam 12, Eunji keluar dari kantornya setelah makan siang dengan Minah, Luhan dan beberapa karyawan lainnya. Ia menyetop taksi, karena jika naik bus, ia akan membuat Chaerin menunggu lama.

Mobil berhenti di gedung bertingkat satu dengan arena bermain di lapangan utama. Masih banyak anak yang bermain. Hufh, untung saja masih ramai. Eunji pun melangkahkan kakinya ke dalam. Tidak terlihat tanda Chaerin. Biasaya, ia akan menunggu di prosotan atau di bak pasir. Kekhawatiran pun mulai melanda Eunji.

Ia pun masuk ke dalam gedung. Disana, ruangan sudah kosong. Eunji menggigit bibirnya.

“Chaerin?”

Tidak ada jawaban. Eunji pun melanjutkan langkahnya. “Chaerin?”

Seseorang pun keluar dari salah satu ruang kelas, manatap Eunji dengan tatapan lega. Dari seragamnya, Eunji bisa menilai orang ini pasti gurunya.

“Are you Chaerin’s mother? Please, come with me.” Katanya. Eunji mau mengklarifikasi bahwa ia bukan ibu dari Chaerin, tapi guru itu langung berbalik. Melihat wajahnya yang lega sekaligus panik, Eunji mengikuti guru itu.

Mata Eunji melebar saat melihat Chaerin duduk di bangku paling belakang, wajahnya cemberut, sembab, dan ia memeluk boneka Sally-nya erat.

“Oh my… Chaerin-ah…” Eunji mendekati Chaerin.

Chaerin menoleh, dan tersenyum melihat Eunji. “Mommy!”

Rasa senang sekaligus sedih terasa di hati Eunji setiap Chaerin mengucapkan kata itu. Dengan cepat, Chaerin memeluk Eunji.

“Kau tidak apa-apa, sayang? Kenapa tidak menunggu di tempat biasa?”

Chaerin tidak menjawabnya, ia malah kembali murung. Pundak Eunji pun ditepuk. Guru itu.

“Chaerin mother, bisa aku bicara denganmu sebentar?”

 


 

CHAERIN MOTHER?? YMBKM.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s