[FF] 다시… 사랑합니다 (Love Again) – Chapter 13

CHAPTER 13


Eunji melompat kaget saat mau mengebel apartemen Suho, pintu terbuka dan Suho muncul. Dasinya belum ia pasang, begitu juga jasnya. Mulutnya menggigit roti tawar, dan ia… tampak terburu-buru.

“Omona! S—Suho!”

“Euuhi! (Eunji!)” katanya agak tidak jelas karena roti tawar yang ia gigit, “Aaaim heeet (I’m late!)” ujarnya. Eunji mengerjap, dan mengambil roti dari mulut Suho.

“What did you say?”

“I’m late. I’m freaking late! Chaerin belum bangun lalu—“

“I’m on it.” Potong Eunji dengan senyum. Suho mengangguk dan berlari kecil menuju lift. Ini perasaanku aja atau memang wajah Suho pucat pagi ini?

 

“Ah-choo!”

Ini sudah ke tujuh kalinya dalam 10 menit terakhir Suho bersin.

“Are you okay, sir?” Suho mendongak, melihat Hyunseong yang menatapnya khawatir. Ia mengusap hidungnya, “I’m completely fine. Ini Cuma—Ah-choo!—some allergies.” Suho meneruskan mengecek berbagai dokumen yang diberikan oleh Hyunseong pagi menuju siang ini.

“Kau terlihat pucat, Sir. Kau mau obat atau—“

“Hyunseong, please.” Suho menutup dokumennya dan menyerahkannya pada Hyunseong, “I’m fine, thanks. Just give me some tissues… and warm water.”

Hyungseong mengangguk, “Yes, Sir.”

Saat Hyunseong menutup pintu ruangan Suho, ia pun menyandarkan tubuhnya di kursi dan memijit kepalanya. Gosh… sepertinya aku flu. Mataku berat sekali. Sepertinya aku sakit…

Tak lama, Hyunseong kembali datang dengan secangkir air hangat dan tissue. Buru-buru, Suho mengambil beberapa lembar tissue dan. Sroooot. Ah, that’s better.

“Anything else, sir?”

“No… apa jadwalku setelah ini?”

Hyunseong membuka mulutnya, “Rapat BOD jam 11, lalu… Mr. Park Chanyeol menelepon tadi.”

Suho menaikkan alisnya, “Oh ya? Ah-choo! Apa katanya?”

“Makan siang bersama, di tempat biasa. Begitu katanya.”

Suho mengangguk, “Oke. Terima kasih, Mr. Shim.”

Hyunseong hanya mengangguk dan keluar. Mungkin makan siang dengan Chanyeol bisa membuatnya lebih baik.

 

“Ah-choo!”

Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo mengeluh, dan mulai menjauhi makanannya dari dekat Suho.

“Geez, Suho! Daritadi kau bersin terus!” Chanyeol mengkhawatirkan tenderloin steak-nya akan terkena virus dari Suho. Suho merogoh sakunya, dan menutup hidung.

“Oh, gosh… Sorry…” gumamnya. “Ah-choo!”

“12 kali. Aku menghitungnya. Suho, are you alright?” tanya Baekhyun khawatir.

Kyungsoo yang dari tadi diam, menyentuh kening Suho. “Dear lord, Suho! Kau panas!”

Suho menggeleng keras, “No. I’m fine. Ini hanya alergi.” Katanya keras kepala.

“Aigoo… go home, hyung. You look pale, I swear.”

Suho menggeleng, lalu memotong daging di depannya, “I’m fine. So… jadi kita sampai mana?”

Baekhyun menghela napas, “I heard… Chaerin call your baby sitter ‘Mommy’?”

Cough. Suho tersedak saat mendengar perkataan Baekhyun. Kyungsoo membantu Suho meminum air putihnya.

“Careful, Suho” ucap Chanyeol sambil menepuk-nepuk pundak Suho. Setelah tenang, Suho menghela napas.

“Well, uhm… yah, tapi itu bukan masalah besar. Mungkin ia hanya merindukan eomma-nya, itu saja. Ah-choo!” lagi-lagi Suho bersin. Damn allergies!

“Uh… aku ke toiet dulu.” Suho bangkit, dan meninggalkan ketiga temannya yang menatapnya khawatir.

 

Suho membasuh wajahnya berkali-kali. Ia terkejut saat melihat bibirnya yang pucat, juga matanya dan hidungnya yang memerah. Ini bukan sekedar alergi… gumamnya. Ia juga merasa semua badannya panas, pegal dan sakit.

Saat keluar toilet, ia bahkan sempat menabrak beberapa orang. Kepalanya pusing, terasa berputar. Tepat saat mejanya,  I feel so… sleepy…

“Goddammit, Suho!” ia bisa merasa tubuhnya ditangkap oleh tangan Kyungsoo. Chanyeol dan Baekhyun berdiri, lansung mencoba membopong Suho.

“Geez, dasar keras kepala kan! Kyungsoo, ambil kunci mobil Suho. You drive, antar dia pulang.”

Kyungsoo mengerjap, “Eh? Aku?”

 

Yang Suho tahu sekarang ia sudah ada di mobilnya sendiri, sedangkan disampingnya Kyungsoo menyetir dengan kecepatan sedang.

“W—where… where you taking me… K—Kyungsoo-yah..?” ucap Suho susah payah. Tenggorokannya sakit. Great just great. Semuanya saja sakit!

“Haish, don’t talk, old man. I’m taking you home. Dasar keras kepala. Kau butuh istirahat Suho… Really… kau ini terlalu memaksakan diri.”

Suho tidak menjawabnya, karena kini ia merasa sangat mengantuk.


 

“Chaerin-ah, pelan-pelan!” Eunji kewalahan dengan Chaerin yang sangat hyperactive selama perjalanan pulang karena boneka Sally-nya, sudah sembuh. Semalam suntuk, Eunji memperbaiki boneka kesayangannya itu.

“Come one, Mom! Aku tidak sabar ingin bermain dengan Sally lagi!” tangannya menarik Eunji masuk ke dalam lift. Eunji terkekeh,

“Okay, okay! Calm down, Chaerin.”

Ding. Mereka pun sampai di lantai 14. Eunji membuka kunci pintunya, dan Chaerin menerobos masuk. Ia membuka sepatunya asal, melempar tas dan masuk ke dalam kamarnya. Bruuurrghh. Eunji menoleh saat Chaerin mengeluarkan rumah-rumahan dari dalam ke ruang TV. Setelah menata rumah rumahannya, ia menyalakan TV yang sudah standby di Disney Channel. Tayangan Bob The Builder pun muncul di layar.

Eunji sendiri menjatuhkan dirinya di sofa, lelah. Entah kenapa hari ini panas sekali. Ia pun mengecek kulkas, sayuran dan buah-buahannya berkurang. Good, Suho memakannya. Pikirnya senang.

 

Ting Tong. Bel rumah berbunyi. Eunji melihat jam, ini masih jam 1… siapa yang datang jam segini, ya? Saat membuka, Eunji menjatuhkan satu buah apel yang sedang ia makan. Matanya terpaku oleh sosok yang ada di depannya sekarang.

“Thank god, please help—“ pria di depannya tidak meneruskan kata-katanya saat melihat sosok Eunji.

Mata mereka bertatapan.

Itu… Mr. Do.

Do Kyungsoo.

Ia membopong Suho di pundaknya.

Gulp. Satu yang Eunji tahu; ia akan kehilangan pekerjaannya.


 

Sempat terjadi keheningan dan ketegangan saat mata mereka bertemu, tapi suasana itu hilang saat Chaerin memekik,

“Kyungsoo umma! Kyaaak! Dad? Apa itu Dad?? DAD KENAPA?!” Chaerin mendekati Kyungsoo, tapi Kyungsoo menenyetopnya,

“Chaerin-ah, step back. Ms. Jeong, don’t just standing there, help me!” Kyungsoo terdengar frustasi. Eunji terkejut, dan ia pun mengangguk dan membantu membopong Suho.

Holy mother, Suho b—berat! Keluh Eunji saat lengan kiri Suho sudah melingkar di lehernya. Kyungsoo mendesis, merasakan hal yang sama.

“Dimana kamarnya?!”

“Uhm.. itu…” tunjuk Eunji susah payah. Tangan kanan Kyungsoo pun membuka kenop pintu kamar Suho. Dengan kekuatan terbatas mereka, akhirnya Suho sudah berbaring di kasurnya.

“Uh… my head..spinning.. Kyungsoo-yah, w…where am I?”

Kyungsoo menaikkan kaki Suho ke atas, “Your house. Damn, Suho. Your heavy.”

“I… aku akan mengambil obat, air dan kompresan!” Eunji pun berinisiatif.

Ia mengigit bawah bibirnya, khawatir juga… takut. Ia khawatir melihat Suho yang terbaring lemah dan pucat, sedangkan ia takut… karena CCO-nya ada di depannya! God! Kenapa Mr. Do bisa bersama dengan Suho!? Mati kau, Jeong Eunji. Mati kau…

Eunji masuk dengan satu baskom air hangat, dan mengompres kening Suho yang kini berkeringat dingin. Saat menyentuh keningnya, Eunji terkejut.

“Omona! Suho, keningmu panas sekali!”

“Urrrggh…” Suho hanya bisa mengerang kesakitan.

“Here, Suho… minum obatnya…” Eunji pun membuka kotak obat, dan menyerahkannya pada Suho. Dibantu Kyungsoo, Suho pun meminum obatnya… dan tertidur. Eunji bernapas lega. Tapi saat wajahnya menatap Mr. Do, ia kembali tidak bisa bernapas.

“Ms. Jeong, bisa aku bicara padamu, diluar?”


 

Ya ampun. Dunia ini sempit, bukan? 🙂 #evilsmile

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s