[FF] 다시… 사랑합니다 (Love Again) – Chapter 15

CHAPTER 15


 

 

Eunji mendengar suara kicauan burung… juga sinar matahari yang menyinarinya. Ugh… si..silau… sudah pagi… ya? Eunji merasa badannya begitu segar, karena ia tidur di kasur yang empuk. Hmm~ aku tidak tahu sofa ini sangat empuk untuk ditiduri…

Ia pun mulai membuka kelopak matanya pelan. Blink. Blink. Blink.

Wait.. ini… kenapa ada lemari… kasur… OH MY GOD. KASUR. AKU ADA DI KASUR?! AKU DIMANA?! Eunji pun buru-buru bangun. Tubuhnya kini berada di atas sebuah kasur dengan seprai putih, dan dibalut dengan selimut berwarna cokelat muda. GOD GRACIOUS. Aku… aku ada di kamar Suho!

Eunji yang masih bingung, buru-buru melompat dari kasur, dan membuka pintu.

Badannya seketika membeku.

Eunji menelan ludahnya.

Dua pasang mata kini menatapnya.

Kai dan Sehun.

Shit.

 


 

Eunji menatap Kai dan Sehun tegang, bingung mau berkata apa. Mereka juga menatap Eunji, tapi perlahan Sehun tersenyum.

“Ah~ Good morning Eunji nuna!” lambainya. Kai melipat tangannya,

“Tidur nyenyak semalam?”

Terdengar kikikkan dari mereka berdua. Eunji tidak tahu apakah mereka sedang menggodanya atau benar-benar bertanya padanya. Eunji merasa pipinya memanas, dijamin wajahnya sudah merah sekali.

“W—Wait, K—Kai, Sehun this is—“

“Oh? Kau sudah bangun?” pintu kamar mandi terbuka, terlihat sosok Suho dengan handuk kecil di lehernya. Wajah dan rambutnya basah, mungkin habis mencuci muka dan gosok gigi. Wajahnya terlihat lebih segar sekarang, walaupun hidungnya masih merah karena flu.

Kai menaikkan alisnya, “Well, well, something’s fishy here hyung!” ucapnya. Eunji masih terpaku di tempatnya.

Suho melangkah ke arah dapur, dimana Kai dan Sehun berada. “Apa yang aneh?”

“Mind to explain?” ucap Sehun sambil melirik Eunji dengan playful smile-nya.

Suho tampak berkedip, lalu menyemburkan tawa. Kai dan Sehun mulai ikut tertawa. Eunji merasa dirinya dipermainkan disini. Ia benci dengan situasi seperti ini! Eunji mengemmbungkan pipi, melipat tangannya di depan dada dan mendekati mereka.

“W-What are you laughing at?! I… It’s not what you think!” ucapnya malu; sehingga terbata-bata. Kai menatap Eunji,

“Oh ya? Memangnya apa yang kami pikirkan, Eunji nunaaa?” godanya. Blush! Eunji makin memerah, dan matanya kini menatap Suho dengan tatapan do-something!

Suho mengehentikan tawanya, lalu menepuk kepala mereka berdua sehingga mereka memekik kesakitan dan menatap Suho tidak percaya.

“HYUNG!!” protes Kai dan Sehun.

“Stop berpikiran kotor, geez. Masih pagi bergini kau memperlakukan orang yang lebih tua darimu, huh?” katanya. Eunji kini menahan tawanya. Sehun mengusap kepalanya,

“Geez… Suho hyung semakin seperti kakek-kakek. Grandpa!” ejeknya.

Kai tertawa, “You right, Sehun! Grandpa-Kim!” Kai malah memanas-manasi, Suho pun memukul kepala mereka lagi.

“Ya! Aigoo… kalian belum bisa jadi dewasa ya…”

Kai dan Sehun meringis, “H—habisnya… apa yang orang akan pikirkan jika melihat Eunji nuna keluar dari kamar ehm hyung?”

Eunji mengangguk-angguk. Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa berada di kamarnya!!

“Ah, Eunji kemarin menginap disini. Aku sakit, ia dengan baik hati mengurusku. Awalnya, aku yang tidur di dalam. Tapi saat jam entahlah, 4 atau 5… dia tampak menggigil. Jadi, aku pindahkan Eunji ke dalam. Clear?” Suho bergantian menatap Kai, Sehun, lalu Eunji.

“O—oh…” Kai dan Sehun mengangguk-angguk.

“Ehm” Eunji clear her throat, “So… kenapa kalian berdua kesini?” tanya Eunji penasaran.

“Tadaaa~!” Sehun menggoyang-goyangkan sebuah tempat makan, “Kita menjenguk Suho hyung~ kami khawatir mendengar dia sakit. Kita juga berusaha menculik Chaerin agar tidak tertular virus Suho hyung!” ucap Sehun dengan riang. Sehun serius sudah kuliah semester akhir? Kelakuannya seperti anak TK!

“Plus,” Kai tersenyum, “Kita ingin bertemu denganmu, Eunji nuna~”

Pipi Eunji menghangat. “Oh… begitu?”

Suho melipat tangannya, “Hey, hey, hey, stop with that perverted look! Kalian manis sekali sih mau menjengukku. Tapi aku lebih baik sekarang.”

“Owowo, karena Eunji nuna ya~?” Kai menggoda Eunji dan Suho. Little devil!

Suho tampak berdehem, “Well… ekkhm, iya lah! Karena dia kan mengurusku. Stop menggoda Eunji.” Ia memperingatkan.

“Kau tidak bekerja, hyung?” tanya Sehun sambil mengecek keadaan kulkas di dapur.

“Kau sendiri tidak kuliah?”

“Kami sedang libur, hyung. Universitas ada acara apa itu, entahlah” jawab Kai, melompat ke atas sofa dan menyalakan teve, “Jadi kita main ke sini, deh! Tidak mengganggu, kan?”

Eunji bisa lihat senyum Kai yang ternyata masih menggoda dua orang dewasa di depannya ini.

“Kai!” ucap Eunji, “Kalian bebas kesini, ya, kan… Suho?”

Suho mengerjap, “Uh? Yeah, sure, sure! Asal jangan minta—“

“Hyung, aku lapar! Ayo kita makan! Nih, kita sudah bawa buah dan kimchi~”

Mendengar kata ‘lapar’, Eunji seperti terpanggil. Sepertinya ini panggilanku. “Alright, hungry wolves… aku buatkan kalian sarapan.”

Setelahnya, Eunji bisa mendengar teriakan ‘YAAAY’ dari 3 pria di depannya. Eunji terkekeh, boys. Hungry wolves.

 

Suho merasa lebih baik dari kemarin, sekarang kepalnya tidak sakit tapi hidungnya masih saja gatal; sesekali ia bersin-bersin. Pagi ini, ia dikagetkan dengan oleh duo spare mom yang datang tanpa memberi tahu. Hah, pasti Kyungsoo yang memberitahu kalau aku sakit. Pagi-pagi, mereka sudah ribut, mengomentari ini itu, dan tidak berhenti bicara. Well, Suho tidak masalah dengan hal itu. Jika ada mereka, apartemennya terasa lebih ‘Full’, dan itu membuat Suho lebih baik.

Kini ia diapit oleh Duo-magnae sambil menonton berita di TV. Sesekali Kai menggantinya ke Nicklodeon untuk melihat Spongebob, atau Sehun menggantinya ke Cartoon Network untuk tayangan Adventure Time.

Suho menekan pelipisnya, ”Guys… bisakah kalian… stop being baby and watch news?” Suho meraih remote TV dari tangan Sehun dan mengganti ke saluran CNN.

“YAH! HYUNG!” rengek mereka berdua.

“What? Kalian mau protes? It’s my TV, it’s my sofa, it’s my living room and it’s my damn apartement! My apartement, my rules.” Ceramah Suho. Kai dan Sehun menyender, lalu mencibir.

“Geez… grandpa…”

“What?”

“Nothing.”

Mereka pun larut dalam menonton berita, sambil menunggu Eunji selesai. Melihat dua orang yang melipat tangan, dan cemberut… Suho menghela napas. Pik! Layar kembali ke tayangan Adventure Time.

“Yaaay!” pekik mereka berdua. Suho kaget saat mereka berdua memeluk Suho, “I love you hyung~”

“Yah, yah! Singkirkan tangan kalian!” tapi dalam hati Suho tersenyum. Ia suka jika duo-magnae-nya ini menunjukkan kasih sayangnya terhadapnya. Yah, mau bagaimana lagi. Suho menyayangi mereka layaknya adik sendiri.

“Hyung” suara Sehun memecah keheningan. Mata mereka bertiga masih terpaku dengan TV di depannya.

“Hmm?”

“You such lucky to have Eunji nuna.”

Suho menaikkan alisnya, “Oh ya? Why?”

“Dia mengurus Chaerin dengan penuh cinta,” ucap Sehun. Kai mengangguk.

“She’s cleaning the house,” Kai menambahkan.

“She’s cooking,” Sehun.

“Dia mengurusmu saat sakit,” Kai.

“Baik hati, tidak sombong,” Sehun.

“Care,” Kai.

“Polite,” Sehun.

“Dan yang jelas…” Kai berhenti sebentar, “Pretty” ucap Kai dan Sehun bersamaan.

Suho menatap Kai dan Sehun bergantian, “So?”

Kai berdehem, “Dia masuk ke dalam kriteria… seorang ‘ibu’. Dont you think? Rite, Sehun?”

Sehun mengangguk setuju, “Definetely.”

Suho merasa perkataan duo-magnae ini benar. Well, apa yang mereka katakan tadi benar adanya. Dia… memang masuk dalam kriteria seorang ‘ibu’.

“Lalu… kenapa kalian mengatakan ini padaku?” tanya Suho penasaran.

Sehun dan Kai menunjukkan ekspresi frustasi. Sehun menghela napas,

“Really, hyung? Is that obvious? What we trying to say is… Uhm, apa salahnya… Eunji nuna menjadi ibu bagi Chaerin?”

Blush! Pipi Suho menghangat, ia pun tersedak ludahnya sendiri. “Uhuk!”

“Aigoo… this hyung is overreacting…” Kai menepuk-nepuk pundak Suho. What the hell are you guys saying?! Ibu… Chaerin?! Thump, thump. Jantung Suho tidak karuan. Dan kenapa jantungku berdebar seperti ini? Stop it!

“Wh—what?!”

“Hey hyung, memangnya kau tidak suka Eunji nuna?” Sehun bertanya.

Anehnya, Suho tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Apakah aku suka Eunji? Apakah suka?

“Ofcourse I like her,” jawab Suho santai, “Dia baik hati dan segala macamnya yang tadi kalian sebut.”

Sehun dan Kai menepuk keningnya, “This hyung is so slow…”

“Ya, ya! I’m not slow!”

“What Sehun meant is… Not ‘Like’ like Sehun likes bubble tea, but like… love, you know? Like Romeo loves Juliet.” Jelas Kai. Suho diam. Kali ini ia benar-benar skak-mat. Do… I?

“Well I—“

“Breakfast ready, boys!” suara Eunji terdengar dari arah dapur. Kai dan Sehun memekik senang. Sedangkan Suho menghembuskan napas lega. Fuuuh, saved by the bell.

 

They eat exactly like hungry wolves. Especially Kai, dia memakan ayam yang dibuat oleh Eunji dengan brutal.

“Yah, yah, yah! Makan yang benar, Kim Jongin!” nasihat Suho sambil menyukutnya. Eunji terkekeh melihat kelakuan Suho dan Kai. Walaupun mereka bukan saudara kandung, tapi mereka terlihat seperti itu. Lucunya…

“Eunji nuna!” panggilnya, “Heavens, bagaimana bisa kau membuat ayam goreng ini menjadi sangat, sangat enak?” pujinya. Eunji tersenyum,

“Glad you like it, Kai”

“Aaaah! I wish I can have you, nuna!” sahut Kai, yang membuat Eunji memerah,

“E—eh?”

“Yes, yes!” Sehun mengangguk, “Hyung, can Eunji nuna be ours?” pintanya. Eunji melihat ekpresi terkejut Suho,

“Yah! What do you mean yours? No way, she’s mine.” Jawabnya.

Silence.

Blush!

Thump, thump, thump! W…what did he said?! M—mine??! Kyaaaak, oh my gosh! Breathe Eunji, breath! Tapi nyatanya Eunji tidak bisa bernapas dengan benar. Jantungnya berdegup kencang. Ia kini tidak berani menatap mata Suho.

“NO! Wait, wait, that’s not what I meant… ehm, I mean, she’s work for me, right? La—lagipula kalian pikir Eunji ini barang, huh? Dia tidak bisa diperebutkan seperti itu! Uhm, right, Eunji?”

Suho memanggil namanya. Eunji mendongak, “E..Eh? Y—yes,” jawab Eunji gugup.

Kai dan Sehun pun terkekeh, “Aigoo, hyung! Kenapa kau serius sekali, sih?” ujar Kai.

Suho berdehem, “Stop it. Habiskan makanan kalian.”

Suasana di meja makan pun menjadi awkward.

Untunglah, tidak sampai 10 menit, mereka mendengar suara samar Chaerin dari kamarnya. Ia memanggil ‘Daddy’ dan ‘Mommy’. Melihat makanan Suho masih banyak, dan untuk keluar dari suasana yang super awkward, Eunji pun berdiri.

“Uh… aku akan mengecek Chaerin.” Ucap Eunji dan meninggalkan meja makan.

Fuuhh… thank god, Chaerin. You save me.

 

Chaerin bangun, dan duo-magnae pun heboh. Suho tahu, dua orang mahasiswa itu memang menyayangi Chaerin, Chaerin pun menyayangi mereka layaknya ayahnya (or umma). Suho pun membatasi Kai dan Sehun yang ingin bermain dengan Chaerin, karena ia akan sekolah. Untungnya, Eunji langsung menarik Chaerin untuk mandi, sarapan dan mereka pun siap untuk pergi.

“Kai, Sehun… wait here. Aku mau antar mereka.” Kata Suho sambil bangkit. Tapi tangan Eunji menahannya,

“Suho, kau masih sakit, ingat?”

“Aku sudah lebih baik, Eunji. Trust me.”

Suho bisa melihat Eunji yang tampak berpikir, “Are you sure?”

“Sure. Lagipula, aku sudah lama tidak mengantarnya ke sekolah… atau jarang sih lebih tepatnya…”

Chaerin memegang tangan Suho, “Daddy, sudah sembuh?” tanyanya.

Suho tersenyum, “Sehat 100%!”

“Yeeees! Kalau begitu aku bisa bermain dengan Dad lagi?”

Suho mengangguk, “Tentu, tapi yang penting… sekarang kita sekolah dulu.”

Chaerin tersenyum, lalu menggandengn tangan Suho juga Eunji. “Ayo pergi ke sekolaaaah!” ucapnya riang.

“Goodbye Chaerin-ah! Hati-hati!” Sehun melambai.

“Kita menunggu di rumah~” tambah Kai.

“Mm! Bye Kai umma! Bye Sehun umma!” tangan kecilnya melambai di udara.

 

Pagi yang cerah dan tenang. Lalu lintas Seoul pagi ini lancar sekali. Mood Suho naik karena Chaerin. Ia duduk di bangku sebelah driver, lengkap dengan sabuk pengaman. Suaranya memenuhi mobil, menyanyi lagu anak-anak dari radio. Ekspresinya secerah matahari, itu juga membuat Suho tidak bisa menahan senyumnya.

Suasana lebih hangat lagi saat Eunji ikut bernyanyi dengan Chaerin, dan itu membuat Suho terkejut. This girl… have a lovely voice!

“Gomsemariga hanjibeisseo~ Appa gom, eomma gom, aegi-gom~” Eunji dan Chaerin beryanyi.

“Suho Appa neun tungtunghae~” ia bisa mendengar Chaerin merubah liriknya. Suho menaikkan alisnya, tertawa,

“What, Chaerin?”

“Eunji umma neun nalshinhae~” lanjutnya.

“Chaerin neun neomu gwiyeowo~” Suho sang, bersamaan dengan Eunji. Suho tersenyum, melihat Eunji dari kaca spion yang juga tersenyum. Mereka pun tertawa.

“Ussuk~ Ussuk~ Jalhanda~” mereka bertiga, akhirnya.

Suho tidak pernah merasa sehangat ini. Ia merasa… bahagia. Ia punya Chaerin… dan gadis itu. Eunji. Sehun and Kai right. I am lucky have Eunji.

 


 

UHUHUK SUHO UHUK. Next? Ditunggu ya~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s