[TRAVEL] Thailand Trip DAY 2

Welcome to Thailand Trip Part 2! Take a long time, I know, tapi langsung cus aja ya! Reminder itinerary akan aku share di akhir postingan series ini yaa.

 

Oke, Thailand Trip Day 2 ini temanya adalah: Peradaban Bangkok. Hahaha. Lupakan semua bangunan bersejarah itu, saatnya masuk ke peradaban.

 

  1. Ananta Samakhom Throne Hall

Masih bangunan bersejarah sih, LOL, tapi setidaknya ini kerajaan yang sedikit lebih modern lah ketimbang Grand Palace. Namanya juga Throne Hall, bangunan ini berada di kawasan kerajaan yang pengawasannya cukup ketat. Sepiii sekali, jarang ada mobil yang lewat (tapi tetep turisnya banyak). Seperti tempat2 lainnya, disini harus pake pakaian sopan dan panjang (LOL disini Tamam pake celana pendek dan dia pake sarung).

 

20170512_100118

20170512_100256.jpg

20170512_100608.jpg

Karena untuk masuk museum nya itu bayar lagi, akhirnya kita memutuskan untuk foto-foto aja dan ngga masuk. Disini, langit udah mulai mendung. Karena takut kehujanan, kita disini Cuma sebentar dan pesen Grab untuk ke destinasi selanjutnya.

 

How to get here: seperti biasa naik MRT sampe stasiun yang ingin dituju (disini aku lupa turun di stasiun mana) dan dilanjut dengan pesen Grab.

 

Price: FREE (kalau gak masuk museum nya)

 

  1. Siam Center

Jadiii guys, setelah kita masuk Grab itu pas banget hujan turun dengan derasnya. Syukurlah kita semua udah di dalam mobil semua. Destinasi selanjutnya adalah Madame Tussauds. Lucunya guys, ternyata Madame Tussauds ini ada di Siam Discovery. Di Itinerary aku tulis abis ke Madame Tussauds itu ke Siam Center. Eh taunya mereka ada di satu tempat. Very lucky karena semua kegiatan kita hari ini indoor dan bener aja hari itu hujan seharian.

 

Kita pun sampai di Kawasan Siam Senter. Jadi, Siam Square itu ada 3 mall yang berhubungan: Siam Discovery, Siam Square dan Siam Paragon. Itu mall GEDE banget dan BAGUS banget. Siam Discovery sih. Parah. Design mall nya modern banget. Kalau gasalah dia menang gedung mall dengan arsitektur terbaik (ada tulisannya di mallnya hehe).

 

Siam Discovery itu macem kayak bagian teknologi dan pengetahuannya gitu deh. Ada pameran seninya, barang2 handmade, buku-buku, dan barang2 modern lainnya. Di tingkat atas ada tempat buat nugas yang super comfy! Disana banyak bgt yang nugas dan nyekrip. Fix kalo tinggal di Bangkok akan rajin2 ke Siam Discovery hehe.

 

20170512_105212.jpg

20170512_111553.jpg

20170512_112116.jpg

Love this store!

Sayangnya ya… semua barang disini mahalita euy. Tidak sanggup untuk beli.

 

Balik lagi ke Madame Tussauds. TERNYATAAAA tiket masuk adult itu 900 baht yang GILA LO mahal banget. Awalnya mau masuk, aku sih nggak papa karena toh aku engga pernah ke Madame Tussauds. Tapi disini Apjan menolak (ya jelas karena dia udah pernah ke MT di Japan dan B aja gitu). Disini kita kekeuh, dan akhirnya kita browsing ada patung lilin siapa aja disana. Gak begitu banyak yang kita pengen foto gitu sih akhirnya kita relakan engga kesana. Sad. Masih pengen kesana. Semoga aja rejeki aku di MT yang ada di negara lain.

 

Karena engga jadi, dan waktu jadi super renggang, akhirnya kita memutuskan untuk muter-muter Siam. Ke Siam Suare One dan Siam Paragon. Semua rata-rata fashion mall gitu sih dan ngga beli apa-apa karena emang mahal.

 

JADI GUYSSS kita juga baru find out bahwasanya disana itu adalah Fashion Center, pusatnya mall dari segala mall! Disana Mall deketan semua. Antara happy sama stress sendiri haha. Karena lapar, akhirnya, kita mencoba untuk main ke MBK.

 

  1. MBK Center

Shopping Mall lagi. Untuk kesini kalian gaperlu keluar mall, karena ada skywalk yang menghubungkan Siam Discovery ke MBK Center. Di Skywalk itu juga nyambung sama jembatan2 menuju BTS Sky Train. Tak perlu khawatir kalau kalian ada di kawasan ini 😉

 

20170512_123018.jpg

20170512_123056.jpg

20170512_123200.jpg

Dalemnya MBK Center biasa aja sih. Cuma grade nya satu dibawah dari Siam Discovery. Disini kita Cuma muter2 aja. Disini aku dan apjan agak2 cranky. Aku kekeuh ingin mencari mango sticky rice. Dan disitu juga Apjan kelaparan ingin makan. Akhirnya nemu Burger King tapi Cuma Apjan aja yang makan. Karena mango sticky rice nya belum ketemu dan ingin makan siang yang lebih murah, akhirnya kita memutuskan untuk mencari tempat lain.

 

  1. Terminal 21

Menurut survey dan tanya sana sini ke temen, akhirnya Terminal 21 adalah final destination kita. And… guess what, TERMINAL 21 IS MY FAVORITE PLACE FOR SHOPPING! Like seriously! Good Food, Good Things, Good Price! Disini ngga heran kalau kalian kalap ingin belanja barang2 unik nan lucu dengan harga yang terjangkau.

IMG_1840.JPG

Sebelum belanja, kita makan dulu. Karena dari kemarin mabok makanan sevel mulu, akhirnya kita ingin makan makanan otentik Thailand.

 

Disini ada satu restoran otentik Thailand dan harganya pun ngga mahal2 banget. Akhirnya kita pesen berbagai menu Tom Yum (kapan lagi makan Tom Yum asli Thailand) dan porsinya gedeee!

 

Ada kejadian lucu disini, yang membuat kita agak sedikit rugi. Yah, kesalahan klasik, karena misunderstanding. Intinya sih kita pesennya apa, dikasihnya apa, dan jumlahnya double. Hahaha. Tagihan makan pun bertambah LOL. Tipsnya sih saat kalian makan di restoran, cek lagi pesenan kalian dan tingkatkan kemampuan bahasa isyarat hehe.

 

Habis makan kenyang, akhirnya lanjut nyari mango sticky rice. Akhirnya ketemu. Dan rasanya… B aja. Kenapa orang2 banyak yang suka ya? Sampe pesen online. Hahaha. Dan… setelahnya adalah Shopping time!

IMG_1812.JPG

20170512_172029.jpg

Disini kita pada oleh2 dan kebanyakan buat keluarga dan diri sendiri aja sih. Harganya kisaran 100 – 200rb an gitu sih. Tapi sumpah barang2nya lucu2 parah! Ngga ngerti lagi. Kalian engga akan bosen disini. Mana makanannya juga murah2. Wah. Kalau kalian feel like to shopping in Mall, aku sarankan di terminal 21. Buat kalian yang fashionista juga disini lah tempatnya. Surga belanja!

 

Habis capek, akhirnya kita memutuskan untuk cari tempat chilling. Akhirnya kita ke Siam Paragon, dimana kita Cuma ke Pablo nya aja. Nyobain Pablo ternyata enak banget cui! Sayang Cuma ada di Jakarta kalau di Indo ☹ habis dari Pablo, akhirnya kita memutuskan untuk pulang.

 

Hari ini ngga kalah capeknya kayak hari pertama, karena kita literally ngiderin mall-mall yang ada di Bangkok. Kalau kalian kesini udah layak sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Gak perlu cape2 kesana sini buat nyari barang. Hehe.

 

Fun scene: Disini aku melakukan kebodohan yang hakiki. Aku engga bawa kartu MRT guys. Sayang banget kan 3 day pass bisa naik MRT sesuka hati tapi ngga bisa dipake karena aku lupa bawa ☹ FYI kita balik sekitar jam 6 sore, tapi… KITA LUPA ITU HARI JUMAT. Semua orang baru keluar jam 6!! Malam sabtu! OMG. Itu LAUTAN MANUSIA. Aku gapernah melihat MRT sepenuh-penuhnya umat. Jalanan mulai macet parah. Mau ngantri buat tiket MRT lama banget (karena gak bawa kartu tea). Akhirnya nyerah dan mau naik Grab. Nyari Grab pun susah dan lama, tapi akhirnya dapet juga.

 

Selesai sudah hari kedua! Hari terakhir adalah hari terakhir kita di Bangkok. See you in Day 3! 😊

[TRAVEL] Thailand Trip – Prolog

OLA mi amore! Ya ampun, ini blog using banget ya ngga lama w kunjungi (?) harap dimaklum lah ya gaes, sudah semester akhir, sudah tua, susah untuk meluangkan waktu untuk menulis. Hikzy.

Daripada bacot, mending langsung ke poinnya deh ya. So… let say memang ini adalah semester yang menurutku santai tapi ternyata gak santai-santai amat. Yes, skripsi. Aku emang ingin menyelesaikan kuliahku tepat waktu. Jadilah mau ngga mau ini skripsi harus dikelarkan (semakin ditunda semakin malas guys, percayalah, karena skripsi tidak akan selesai dengan sendirinya). BUTTTT entah kenapa motivasiku untuk mengetik skripsi aja ngga ada. Entahlah. Males aja. Ngga ada inspirasi. Ngga ada target. Aku juga dalam posisi udah kerja (walaupun Cuma outsource tapi cukuplah untuk menghidupi diri sendiri) dan ngajar juga. Entah kenapa skripsi berada di prioritas terendah (emang gue nya aja geblek, ya hahaha). Sampai akhirnya, aku berhasil menyelesaikan bab 1-3 juga sidang usulan penelitian berkat satu motivasi: Ke THAILAND!

YEAAAY! LI BU RAN. HO LI DEYYYY. Kabur. Get out. Itu memang yang aku butuhkan sekarang. So… demi kelancaran skripsi, akhirnya aku (dan 3 temanku) merencanakan trip ini. AND It works! Hhahaha. Akhirnya kesampean juga sidang tanggal 8 Mei kemarin. Dan lucu nya adalah aku berangkat ke Thailand tanggal 10-nya (LOL apakabar revisi).

Nah, ini baru prolog kenapa bisa tercipta liburan ke Thailand ini. Next post adalah tentang trip ku yang Cuma seminggu tapi sangat berfaedah (?). Sudah banyak meminta aku menulis ini karena menurutku Thailand adalah definisi dari liburan puas tapi murah dan gak repot. So… jika kalian tertarik, pantengin aja (?) blog aku sampe nanti yaaa. Aku akan menyicil tulisan ini karena entah kenapa malah jadi banyak event gini setelah pulang dari sana (INGET REVISI OYYY).

Oh iya, karena aku ke dua kota (Bangkok dan Phuket), enak perhari apa perkota ya? Takutnya kalo perkota kepanjangan gitu tapi yaudalah liat nanti aja hehehe.

See you in next Post!

 

 

[Thoughts] Transportasi Online, is really that bad?

Aku ga akan lanjutin FF dulu sekarang, haha, as you know aku sibuk skripsi *dont excuse shel!* tapi sekarang aku akan curhat atau bisa dibilangkan menumpahkan pikiran-pikiran yang menggangguku beberapa hari ini.

di Bandung, baru banget kemarin lusa ada demo abang-abang angkot se-Bandung. Aku kira demo apa, yah, taunya alasan paling klasik: karena kehadiran transportasi online. Pas denger itu, aku kerung sekaligus nggak peduli. Menurutku sih, mau mereka demo dan berkoar-koar sekeras apa, ujungnya mereka akan kalah.

Face it. Teknologi udah mulai berkembang pesat. Sekarang siapa sih yang gak kenal internet dan smartphone? Bahkan om tante aku yang di kampung sekarang pake smartphone. Itu tuh udah hukum alam, bahwa kita harus berkembang. Kalau gak ngikuti perkembangan jaman, yang ada lu kegiles sama jaman.

Nah, menurutku, mang angkot ini belum bisa menerima perubahan. Transportasi online itu salah satunya. Yang awalnya naik ojek harus ke pangkalan dan tarifnya kadang gak berdasar, sekarang bisa pesen lewat app dan tarifnya jelas. Yang awalnya kemana-mana naik angkot, kalau buru-buru bisa pesen Uber.

Apa deh, semenjak kemunculan smartphone juga prilaku kita jadinya berubah. Serba instan. Jadi ya wajar aja tranportasi online lebih digemari, kesannya tuh ya kayak “one click away” lah. Ditambah, let’s face it again, kini Indonesia lagi didominasi generasi millennial. Generasi ini tuh generasi yang lahir dari tahun 1980 – 2000. Salah satu trait generasi millennial ini adalah: tech savvy. Wajar kan, kenapa aplikasi online ini laku abis, yang make juga generasi millenial ini.

Balik lagi ke mamang angkot yang gak terima perubahan. Iya, mereka gak siap. Mental mereka buat siap menerima semua ini. Bukannya puter otak buat cari solusinya, malah ngadain demo terus anarkis. Kesannya kayak lu laper banget, tapi bukannya cari makan tapi malah ngeluh-ngeluh minta makan. Allah juga gaakan ngasih lu makan kalau gak usaha. Inget: USAHA.

Semua orang punya kadar rejekinya masing2. Itu tuh udah dituliskan dilangit. Tapi, apakah kita gak usah ngapa-ngapain tuh duit akan turun? NOPE! Doa dan USAHA. Menurut aku, apa yang dilakukan supir transportasi online ini adalah usaha. Iya, usaha. Yang awalnya mungkin mereka mangkal-mangkal ga jelas, setelah join, malah banjir orderan.

Nah, mungkin si mang angkot ini gak usaha. Kurang usaha. Coba, dong, bikin betah kita sebagai costumer naik angkot. Bukannya apa ya, tapi aku sekarang gerah juga sama angkot. Jujur aja setiap hari aku pake Go-Jek. Jujur, ya. Tarifnya sama, tapi dari segi waktu dan fleksibiltas Go-Jek lebih oke. Kalau pake Gojek, aku bisa menghemat waktu sampai 15 menit. Bisa minta turun di gerbang manapun pula.

Coba kalo naik angkot? Ngetem lah. Ugal-ugalan. Berhenti sembarangan. Ngebut. Maksa masukin banyak penumpang. Tarif gajelas. Mana lama banget lagi, cuma 2 kilo tapi bisa sampe tengah jam. Wasting my time! ((well yeah walaupun gak semua gini but… pengalamanku sih begini)).

Terus kemarin pake sok-sok demo dan pake aksi anarkis juga. Gila, ya?! Demi duit, orang bisa begini. Kenapa sih mereka harus pake sweeping segala? Untungnya apa? Lo rusakin itu mobil dan motor and then what? Waktu terus berjalan, costumer tetep pake, dunia juga terus berputar #ea. AND THEN WHAT. Yang ada liat aksi lo pada Allah malah makin males ngasih rejekinya.

Da rejeki mah udah ada yang ngatur, pak, kenapa sih? Lagian jujur aja pak, walaupun ojek online ini lagi on demand banget, tapi pasti ada aja yang pake angkot. Itu ibu-ibu kalo mau ke pasar naik apa coba? yang mau ke stasiun? kalo mau ke tempat yang sebenernya gak jauh-jauh amat tapi bisa pake angkot? Banyak kok eldery atau generasi X yang gak pake teknologi ini. Masih ada kok yang pake angkot. So, you dont have to worry.

Mereka juga sama-sama usaha, pak, yang konvensional ataupun yang online. Sama-sama cari rejeki. Saling bantu itu lebih enak daripada saling bantai. Kalau saling bantu, coba bayangin, rejekinya mungkin lebih lancar soalnya Allah suka ngeliatnya.

Jadi udahlah. Stop this nonsense. Ini tuh emang udah jamannya. Udah waktunya. Kalau mentalnya masih gini-gini aja, gimana Indonesia mau maju? Ayolah, bantu Indonesia jadi lebih baik. Stop iri hati. Rejeki gaakan kemana. Udah itu aja.

Bisa kalian liat, sepertinya aku emang pro trans-online ya? Karena aku generasi Y *tsaah* hahaha ya jujur aja kalian juga gitu, kan? Tapi tetep aja kok angkot dibutuhkan. Kalau mau pergi yang jaraknya mayan jauh mending ngangkot deh lebih murah. Atau nebeng. Hehe. Soalnya gini nih, transportasi di Indo tuh udah berlebihan banget. Biar istilahnya “kepake” dan gak cuma nambah volume kendaraan di jalan, mending dijadiin transportasi online. ye gak sih?

Yah… begitulah. By the way waktu demo angkot kemarin, jalanan super asique karena lenggang dan gak macet. Bless us! Mang angkot libur sehari lagi dong. Pas weekend nih misalnya. Hehe.

Okedeh guys. Segitu aja curhatnya. Mungkin pikiran kalian gak sama kaya aku tapi… inilah yang aku pikirkan and bothering me sometimes. So, bagaimana menurut kalian?